Mendagri sebut sinergi pemulihan pascabencana di Sumut kian efektif

6 hours ago 2
"Kami apresiasi apa yang disampaikan Gubernur Sumut, Pak Bobby soal bantuan penyediaan lahan membangun hunian tetap masyarakat. Saya menyampaikan ucapan terima kasih mewakili Bapak Presiden RI,"

Medan (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyebutkan, sinergi pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera Utara (Sumut) berjalan kian efektif hingga kini.

Tito mengatakan, pemerintah daerah di bawah koordinasi Gubernur Sumut Bobby Nasution berjalan secara kolaboratif mengefektifkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

"Kami apresiasi apa yang disampaikan Gubernur Sumut, Pak Bobby soal bantuan penyediaan lahan membangun hunian tetap masyarakat. Saya menyampaikan ucapan terima kasih mewakili Bapak Presiden RI," ucap Tito didampingi Gubernur Sumut Bobby Nasution usai peresmian hunian sementara di Kelurahan Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis.

Penilaian tersebut disampaikan Tito menanggapi komitmen Gubernur Sumut Bobby Nasution terus memberikan perhatian, dan penanganan bencana hingga pascabencana di sejumlah wilayah Sumut.

Terutama tiga kabupaten di Sumut, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan yang menjadi daerah terdampak terparah dari total 18 kabupaten/kota di Sumut.

Tito yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengapresiasi para kepala daerah di Sumut.

"Karena telah melakukan berbagai langkah cepat, dan efisien pemulihan pascabencana R3P. Salah satunya memastikan seluruh pengungsi telah dipindahkan ke hunian sementara atau hunian lain yang lebih layak dan nyaman," jelasnya.

Mendagri juga menegaskan, anggaran dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat kepada provinsi terdampak dapat digunakan sesegera mungkin.

Hal ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI atas pemulihan pascabencana di tiga provinsi Sumatera, termasuk Sumut.

Provinsi Sumut menerima tambahan anggaran sekitar Rp6,3 triliun, di antaranya Rp1,2 triliun untuk provinsi, dan sisanya untuk 33 kabupaten/kota di Sumut.

"Jadi kepada Gubernur Pak Bobby Nasution karena ini bencana provinsi, maka dana TKD bisa digunakan secepatnya," tutur Tito.

Mendagri juga menegaskan, penggunaan dana pendahuluan diperbolehkan seraya menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah anggota DPRD Sumut yang hadir di lokasi.

"Pekan depan saya siapkan petunjuk teknisnya, dan buatkan pergub (peraturan gubernur)nya. Ini untuk beritahukan ke DPRD, sehingga tidak memerlukan pembahasan dan persetujuan dewan. Mengingat ini soal bencana," jelas Tito.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengaku, kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota di Sumut dalam memitigasi bencana sesuai porsinya.

Kemudian, lanjut Bobby, kewenangan masing-masing, sekaligus memperkuat upaya pemerintah pusat dalam percepatan pemulihan pascabencana.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah menyiapkan anggaran dana tunggu hunian kepada masyarakat terdampak bencana," kata Bobby.

"Namun Bupati Tapanuli Selatan, Pak Gus Irawan meminta bantuan itu dialihkan untuk membantu perbaikan akses jalan masyarakat yang terputus akibat banjir dan longsor," ungkap Bobby.

Baca juga: Bupati Taput: 40 unit huntara telah diresmikan Mendagri Tito Karnavian

Baca juga: Mendagri: TKD provinsi terdampak bencana Sumatera tak kena efisiensi

Baca juga: Uang kompensasi rumah rusak akibat bencana Sumatera cair pekan depan

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |