Menbud dorong penguatan ekosistem keroncong sebagai ruang regenerasi

15 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan ekosistem musik keroncong sebagai ruang silaturahmi, regenerasi, dan konsolidasi komunitas guna memastikan keberlanjutan musik tradisi.

“Kita sangat mendukung keroncong karena ini musik Indonesia. Tinggal bagaimana kita membangun ekosistem keroncong Indonesia, dan kami membuka kerja sama dengan komunitas keroncong,” kata Fadli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia menegaskan Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung berbagai bentuk pelestarian ekspresi musik tradisional, termasuk keroncong, melalui pendekatan kolaboratif.

Dalam skema tersebut, komunitas berperan sebagai penggerak utama, sementara pemerintah berfungsi sebagai fasilitator.

Dalam audiensi bersama Perkumpulan Keroncong Tugu, terdapat wacana penyelenggaraan pementasan musik bertajuk “Lebaran Keroncong” yang direncanakan berlangsung di Jakarta.

Kegiatan itu diinisiasi sebagai ajang silaturahmi antarkomunitas dan diharapkan menjadi lebaran keroncong pertama di Indonesia.

Baca juga: Fadli Zon nilai film Indonesia sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri

Sementara itu, Pimpinan Keroncong Tugu Daud Yahya menjelaskan acara tersebut akan menampilkan 10 kelompok musik keroncong dari wilayah Jabodetabek, serta menghadirkan Keroncong Tugu sebagai representasi cikal bakal lahirnya musik keroncong di Indonesia.

Menanggapi rencana tersebut, Fadli menilai konsep Lebaran Keroncong sebagai gagasan yang baik untuk memperkuat konsolidasi komunitas.

Namun, ia menekankan pentingnya perencanaan matang, mulai dari pemilihan lokasi, efisiensi anggaran, hingga orientasi pada kualitas pertunjukan.

Menurut Fadli, tantangan utama pelestarian keroncong saat ini adalah membangun ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, terutama dalam menjangkau generasi muda.

Untuk itu, Kementerian Kebudayaan telah menjalankan sejumlah langkah strategis, antara lain melalui program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang melibatkan maestro keroncong seperti Sundari Soekotjo, serta pemberian penghargaan kepada tokoh keroncong, termasuk Waldjinah.

Ia juga menyebut Dana Indonesiana dapat dioptimalkan oleh para pelaku seni, di samping dukungan melalui skema kemitraan publik dan swasta.

Selain itu, Fadli menyinggung peluang pencatatan musik keroncong sebagai Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO melalui mekanisme extension-list yang diajukan bersama negara lain, guna memperluas pengakuan global sekaligus memperkuat kerja sama internasional.

“Narasinya sudah kuat, tinggal komunitasnya yang menggerakkan, dan kami memfasilitasi,” kata Fadli.

Baca juga: Menbud sebut buku sejarah Indonesia bisa diakses gratis pada Februari

Baca juga: Saatnya musik menjadi tren pariwisata Indonesia 2026

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |