Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengupayakan layanan dukungan ekspor tidak melebihi 1x24 jam guna mempercepat legalitas serta meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional di pasar global.
"Kita permudah, pelayanan tidak boleh lebih dari 1x24 jam. Bila perlu satu jam, selesai surat-suratnya (untuk keperluan ekspor)," kata Amran ditemui usai kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3).
Ia menyampaikan langkah percepatan tersebut dilakukan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha, petani dan peternak agar aktivitas perdagangan berjalan lebih efisien serta responsif terhadap kebutuhan pasar.
Menurut Mentan, pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat, sehingga setiap proses administrasi harus sederhana, cepat dan transparan guna menciptakan iklim usaha yang sehat.
Kebijakan ini, lanjutnya, sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan publik ditingkatkan sehingga pergerakan ekonomi semakin dinamis dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Baca juga: Mentan rintis ekspor produk olahan unggas RI ke Filipina
"Kita berikan kemudahan mereka. Kita ini pemerintah melayani rakyat. Itu pesan Bapak Presiden. Kita layani mereka dengan baik, (agar) ekonomi bergerak," tegasnya.
Adapun layanan legalitas ekspor yang dikeluarkan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yakni Sertifikat Veteriner (SV), yaitu dokumen resmi yang menjamin kesehatan hewan atau keamanan produk hewan (daging, susu, telur, dan olahannya) yang akan dilalulintaskan antarwilayah (kabupaten/provinsi/negara).
Sebelumnya, pelaku usaha perunggasan nasional semakin percaya diri menembus pasar global setelah Kementerian Pertanian melepas ekspor 545 ton produk unggas dan turunannya senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste secara bertahap hingga 31 Maret 2026.
Ekspor dilakukan oleh empat perusahaan nasional dengan volume dan nilai ekspor berbeda-beda setiap perusahaannya. Keempat perusahaan itu meliputi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Taat Indah Bersinar dan PT Malindo Food Delight.
Kepercayaan diri tersebut tidak lepas dari percepatan layanan oleh Kementerian Pertanian untuk mendukung ekspor, melalui sertifikat veteriner yang kini dapat diterbitkan hanya dalam waktu satu hari.
Baca juga: Mentan lepas ekspor produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke tiga negara
Direktur Charoen Pokphand Jaya Farm, anak perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Jusi Jusran mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan atas kemudahan layanan ekspor yang dinilai nyata dan dirasakan langsung perusahaan.
Ia menegaskan dukungan teknis dan percepatan penerbitan sertifikat veteriner dalam satu hari memungkinkan perusahaan mengekspor produk unggas setiap hari, bukan sekadar pengiriman berkala seperti sebelumnya.
Kementan dukung
Melalui PT Gizindo Sejahtera, perusahaan mengirim dua kontainer berisi sekitar 650 ribu telur atau 41 ton ke Singapura, dengan ekspor harian yang dinilai lebih kompleks dibanding bulanan.
Senada, Direktur PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya mengatakan perusahaannya mengekspor enam ton produk filet ayam siap saji ke Singapura senilai sekitar Rp1 miliar.
“Sangat luar biasa Kementerian Pertanian. Mengurus izin ekspor sangat cepat, sehari udah selesai. Jadi, Kementerian Pertanian ini sangat mendukung,” katanya.
Baca juga: Larangan impor unggas RI ke Arab tidak berkaitan dengan isu halal
Di tempat yang sama, General Manager Operation PT Malindo Food Delight Joni Mudika mengaku pihaknya mendapat dukungan dan pendampingan dari Kementan mulai dari pemeriksaan, audit, hingga memastikan produk sesuai ketentuan negara tujuan.
Perusahaannya kini telah melakukan pengiriman produk olahan seperti sosis, nuget, dan karage ke Jepang, juga menjangkau Singapura serta negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Oman, dan Qatar. Ke depan, perusahaan itu menargetkan perluasan pasar ke negara Asia, termasuk Arab Saudi.
Sementara itu, Direktur PT Taat Indah Bersinar (TIB), Tjandra Srimulianingsih, menilai pelayanan ekspor saat ini jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































