Menbud dorong JAFF Market jadi pasar film bertaraf internasional

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2026 terus berkembang menjadi pasar film bertaraf internasional yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara, layaknya Marche du Film di Festival Film Cannes.

"Saya harapkan nanti ke depannya JAFF Market itu semacam Marche du Film," kata Fadli saat konferensi pers JAFF Market 2026 di Jakarta, Jumat.

Menurut Fadli, keberadaan pasar film menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan karena mampu mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari talenta, kreator, produser, sutradara, penulis skenario, hingga investor.

Baca juga: Enam penulis skenario alumni SCENE ditampilkan di JAFF Market 2025

Ia mengatakan model film market seperti itu telah menjadi praktik umum di berbagai negara. Ia mengaku telah mengunjungi Hong Kong Filmart dan Marche du Film di Cannes untuk melihat secara langsung bagaimana pasar film mampu mendorong kolaborasi dan lahirnya proyek-proyek baru.

"Ini menurut saya satu platform yang sangat bagus. Saya sangat mengapresiasi hadirnya JAFF Market ini karena menjadi bagian yang penting untuk sustainability," ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan JAFF Market pada tahun ini dapat menarik lebih banyak peserta internasional, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari negara-negara ASEAN, Asia, hingga kawasan lain di dunia.

Baca juga: Penulis Hanum Rais perkenalkan IP dan karya baru di JAFF Market 2025

Menurut Fadli, meningkatnya partisipasi internasional akan membuka peluang lebih besar bagi sineas Indonesia untuk membangun kerja sama produksi bersama (co-production) maupun menjalin kemitraan dengan pelaku industri global.

"Tentu kita harapkan semakin banyak peserta dari luar negeri," katanya.

Fadli menilai potensi tersebut perlu didukung dengan portofolio industri yang kuat sehingga pelaku perfilman mancanegara memiliki alasan untuk datang dan membangun kerja sama di Indonesia.

Baca juga: Wamen Ekraf tekankan diplomasi kreatif di balik kolaborasi Indonesia-Prancis saat French Night di JAFF 2025

Ia menambahkan Kementerian Kebudayaan berkepentingan memperkuat perfilman nasional karena film merupakan salah satu media yang memuat beragam ekspresi budaya, mulai dari seni peran, musik, fesyen, kuliner hingga promosi wisata budaya.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat ekosistem perfilman dari hulu hingga hilir melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas penulisan skenario, serta dukungan terhadap tema-tema yang dinilai masih memerlukan afirmasi.

Baca juga: Indonesia-France Film Lab hadirkan manajemen talenta di JAFFMarket

Fadli juga berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, asosiasi perfilman, dan pelaku industri dapat mendorong film Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menjangkau pasar internasional.

"Yang kita harapkan bukan hanya di Indonesia, bukan hanya jago kandang, tapi kita ingin film Indonesia itu ditonton juga oleh masyarakat internasional," katanya.

JAFF Market 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 November hingga 30 November di Yogyakarta sebagai ajang yang mempertemukan pelaku industri perfilman, investor, distributor, dan kreator untuk memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

Baca juga: Kementerian Ekraf perkuat ekosistem kreatif lewat aktivasi melalui JAFF Festival 2025

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |