Menaker perkuat sinergi lintas kementerian hadapi efisiensi anggaran

3 hours ago 2
Jadi artinya itu (efisiensi anggaran), sekali lagi, memaksa kita lebih inovatif

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pihaknya akan lebih memperkuat kolaborasi lintas kementerian sebagai salah satu upaya menghadapi efisiensi anggaran tahap III oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Jadi kita harus sisir dulu, tapi kita siap. Jadi artinya itu (efisiensi anggaran), sekali lagi, memaksa kita lebih inovatif. Khusus untuk bagaimana strategi kami mengatasinya, tadi saya sampaikan di depan Komisi IX, kita dengan membangun kolaborasi lintas kementerian,” kata Menaker saat ditemui di di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.

Ia pun mencontohkan bagaimana Kemnaker telah menjalankan sejumlah pilot project dan pelatihan bersama kementerian/lembaga lainnya sebagai langkah untuk menyukseskan program-program pemerintah.

Beberapa kerja sama pelatihan dan pilot project yang sudah dijalankan oleh Kemnaker antara lain dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Koperasi (Kemenkop), dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jadi skema-skema seperti ini. Kami memiliki balai, kami memiliki instruktur, kami memiliki skema sertifikasi, kemudian kementerian teknis tersebut ada program, kemudian juga ada sharing pembiayaan di situ,” ujar Yassierli.

Adapun dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Menaker mengatakan tengah menelaah pagu anggaran yang bisa dilakukan efisiensi.

“Kami juga ingin sampaikan bahwa kami baru menerima surat dari Kementerian Keuangan tanggal 1 April bahwa ada efisiensi anggaran yang bersumber dari rupiah murni,” kata Yassierli.

Berdasarkan Surat Menkeu S-181/MK.03/2026 pada tanggal 1 April 2026, anggaran Kemnaker yang bersumber dari rupiah murni (RM) mengalami efisiensi (pergeseran ke BA BUN Kemenkeu) sebesar Rp181.826.183.000, yang terdiri dari Rincian Output (RO) Khusus sebesar Rp122.163.948.000 dan hasil identifikasi efisiensi anggaran yang dilakukan Kemenkeu Rp59.662.235.000.

Sementara itu, untuk realisasi anggaran Kemnaker per 8 April 2026, Yassierli mengatakan sudah berada di angka 31,87 persen.

Selain itu, Menaker mengatakan anggaran yang juga bisa dilakukan efisiensi antara lain pembatasan perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan administratif lainnya yang lebih detil.

“Kalau yang lain mungkin, kalau itu terkait dengan rapat dan seterusnya, tentu semangat kita adaptasi sekarang lah dengan kita bisa melakukan online, kita akan optimalkan itu,” kata Menaker.

Baca juga: Efisiensi anggaran di antara realitas dan kebutuhan ruang fiskal

Baca juga: INDEF: Efisiensi anggaran butuh kombinasi kebijakan untuk jaga defisit

Baca juga: Jaga APBN sehat, Menkeu Purbaya batasi pengajuan anggaran baru K/L

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |