Melesat Rp23.000, Harga emas Antam jadi Rp1,894 juta/gram hari ini

3 hours ago 2
harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke angka Rp1.738.000 per gram

Jakarta (ANTARA) - Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (19/5) mengalami kenaikan Rp23.000, sehingga kini harga emas menjadi Rp1.894.000 dari semula Rp1.871.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke angka Rp1.738.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

- Harga emas 0,5 gram: Rp997.000.

- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.894.000.

- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.728.000.

- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.567.000.

- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.245.000.

- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.435.000.

- ⁠Harga emas 25 gram: Rp45.962.000.

- ⁠Harga emas 50 gram: Rp91.845.000.

- ⁠Harga emas 100 gram: Rp183.612.000.

- ⁠Harga emas 250 gram: Rp458.765.000.

- ⁠Harga emas 500 gram: Rp917.320.000.

- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.834.600.000.

Baca juga: Simak daftar harga emas Antam, UBS, Galeri24 di Pegadaian hari ini

Baca juga: Emas Antam pada Sabtu merosot Rp20.000 ke angka Rp1,871 juta per gram

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Baca juga: Pakar tambang: Harga emas melambung lebih karena faktor geopolitik

Baca juga: United Tractors bidik penjualan batu bara dan emas naik di 2025

Baca juga: Deretan tambang emas terbesar di dunia

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |