Jakarta (ANTARA) - Matahari Pagi Indonesia (MPI) menggelar doa bersama lintas iman yang ditujukan bagi para korban dan penyintas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta.
Ketua Majelis Pertimbangan MPI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan doa bersama tersebut menjadi rangkaian agenda kemanusiaan MPI dalam masa pemulihan setelah bencana, sekaligus doa awal tahun bagi kebaikan bangsa dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Muzani: Matahari Pagi bertugas bantu pemerintahan Prabowo-Gibran
“Doa lintas agama ini kami niatkan untuk kebaikan rakyat Indonesia, kebaikan bangsa, dan pemerintahan Presiden Prabowo. Kita ingin meneguhkan sikap seluruh umat beragama untuk menjaga persatuan, karena persatuan adalah modal utama kita berbangsa dan bernegara,” ujar Dahnil dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dahnil mengatakan sejak awal bencana, relawan Matahari Pagi Indonesia telah mendistribusikan bantuan ke berbagai daerah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Barus, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Lhokseumawe. Pada tahap pemulihan, MPI akan melanjutkan pendampingan ke daerah lain.
Menurut Dahnil, pada masa pemulihan justru banyak kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi, terutama terkait trauma healing serta persiapan anak-anak untuk kembali bersekolah.
“Di beberapa wilayah, seperti Aceh Tamiang, banyak anak kehilangan seragam dan sepatu sekolah. Ini menjadi fokus kami untuk melengkapi apa yang sudah dilakukan pemerintah,” katanya.
Ia menegaskan MPI menaruh perhatian khusus pada perempuan dan anak yang dinilai menjadi kelompok paling rentan terdampak bencana.
Baca juga: Matahari Pagi Indonesia deklarasi ormas dan kukuhkan pengurus besar
Baca juga: Doa lintas iman di TMII dipanjatkan bagi korban bencana di Sumatera
Oleh karena itu, bantuan setelah pemulihan akan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan perempuan dan anak, termasuk dukungan psikososial.
Dahnil menegaskan upaya tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong antara masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.
“Pemerintah sudah bekerja maksimal, dan kami di MPI hadir untuk membackup dan melengkapi agar proses pemulihan berjalan lebih utuh dan berkeadilan,” kata Dahnil.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































