Kroasia vs Ghana: Adu sabar menyerang dan bertahan

17 hours ago 2
Namun demikian, adu taktik, keterampilan, dan fisik ini kemungkinan akan ditentukan oleh siapa yang paling sabar.

Jakarta (ANTARA) - Satu poin sudah cukup untuk mengantarkan Kroasia dan Ghana melaju ke babak 32 besar, baik sebagai runner-up maupun salah satu peringkat ketiga terbaik.

Keduanya berada di bawah Inggris yang berpeluang besar mengalahkan Panama pada laga lain Grup L. Panama sendiri sudah dua kali menelan kekalahan dari Ghana dan Kroasia.

Namun, jika lolos sebagai runner-up atau salah satu peringkat ketiga terbaik, Ghana maupun Kroasia kemungkinan akan berhadapan dengan Portugal atau Kolombia yang diprediksi finis sebagai juara atau runner-up Grup K.

Karena itu, kecuali kedua tim hanya berambisi lolos ke fase gugur tanpa memedulikan calon lawan di babak knockout, pertandingan di Philadelphia Stadium, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/6) pukul 24.00 WIB seharusnya tidak berlangsung monoton. Kroasia dan Ghana memiliki alasan untuk mengejar hasil terbaik, bukan sekadar bermain aman.

Meski demikian, Ghana tampaknya lebih cenderung memilih pendekatan hati-hati. Saat menghadapi Inggris, mereka menerapkan strategi negative football, dan dengan koleksi empat poin, peluang lolos ke fase gugur praktis sudah berada dalam genggaman.

Sebaliknya, Kroasia lebih berpeluang tampil menyerang demi memburu kemenangan. Bermain aman justru bisa menjadi bumerang, terlebih jika Ghana mampu mencetak gol lebih dulu.

Skenario itu akan menjadi malapetaka bagi Kroasia karena The Vatreni akan kesulitan membalas gol mengingat Black Stars adalah salah satu dari empat tim Piala Dunia 2026 yang belum pernah dibobol lawan. Tiga tim lainnya adalah Meksiko, Spanyol, dan Argentina.

Tetapi berbeda dengan Meksiko, Spanyol, dan Argentina, Black Stars mendapatkan performa itu berkat strategi bertahan total dengan menumpuk pemain di lini belakang.

Oleh karena itu, Kroasia akan bermain menyerang seperti biasa mereka tunjukkan, termasuk kala melawan Inggris yang membuat mereka kalah 2-4 dan saat mengalahkan Panama 1-0.

Dengan bermain menyerang dan mendominasi penguasaan bola, Kroasia memegang momentum sehingga tak menyerahkan nasibnya ke pihak lain.

Dari dua pertandingan terdahulu yang dijalani kedua tim, pasukan Zlatko Dalic memang mengungguli catatan tim asuhan Carlos Querioz dalam banyak hal.

Jika Ghana hanya memiliki penguasaan bola rata-rata 29,5 persen, maka Kroasia punya rata-rata 52 persen dalam aspek ini.

Baca juga: Thomas Tuchel akui Inggris kesulitan tembus pertahanan rapat Ghana

Baca juga: Profil Grup L, persaingan ketat Inggris dengan Kroasia

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |