KPU Bangkalan temukan pemilih berusia hingga 120 tahun

8 hours ago 6

Bangkalan (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, melakukan verifikasi faktual terhadap pemilih berusia lebih dari 100 tahun untuk memastikan keakuratan data pemilih berkelanjutan.

Verifikasi dilakukan melalui pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Modung, Arosbaya, dan Kokop.

"Coktas ini menjadi langkah konkret kami untuk memastikan data pemilih sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Kami tidak hanya melihat data secara administratif, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi pemilih," kata Ketua KPU Bangkalan Elmi Abbas di Bangkalan, Kamis.

Di Desa Kolla, Kecamatan Modung, KPU menemukan warga bernama Miskah yang tercatat berusia 114 tahun dan masih hidup serta tercatat sebagai pemilih aktif.

Temuan serupa terdapat di Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, yakni Siti Khodijah yang tercatat berusia 120 tahun dan masih hidup.

Kemudian di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, KPU menemukan Maryam yang tercatat berusia 118 tahun, masih hidup, dan tercatat sebagai pemilih aktif.

Selain pemilih berusia lanjut, KPU menemukan pemilih di Desa Manggaan, Kecamatan Modung, yang masih tercatat sebagai pemilih aktif di dalam negeri, tetapi berdasarkan penelusuran diketahui sedang bekerja di Malaysia.

Temuan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut dalam proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

KPU Bangkalan mencatat akumulasi pemilih baru hingga Triwulan II 2026 sebanyak 18.767 orang.

Adapun berdasarkan hasil rekapitulasi PDPB Triwulan II 2026, jumlah pemilih di Kabupaten Bangkalan tercatat sebanyak 806.426 orang, terdiri atas 389.261 pemilih laki-laki dan 417.165 pemilih perempuan.

Jumlah tersebut bertambah 11.143 orang dibandingkan dengan hasil PDPB Triwulan IV 2025 yang tercatat sebanyak 795.283 pemilih.

Namun, dibandingkan dengan hasil PDPB Triwulan I 2026, jumlah pemilih pada Triwulan II berkurang sebanyak 404 orang.

"Tapi data ini dinamis, karena kemungkinan ada yang meninggal dunia atau pindah ke kabupaten lain dengan berbagai alasan," kata Elmi.

Ia mengatakan KPU akan terus melakukan pemutakhiran data pemilih melalui verifikasi, penelitian, dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan data pemilih semakin akurat, mutakhir, komprehensif, dan sesuai dengan kondisi faktual.

Baca juga: Bawaslu Bangkalan-Jatim rekomendasikan pemungutan suara ulang

Baca juga: Empat Parpol di Bangkalan gugat hasil Pemilu ke MK

Baca juga: KPU Bangkalan rekomendasikan PSU pada tiga TPS

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |