Jakarta (ANTARA) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyosialisasikan disiplin berlalu lintas kepada santri pondok pesantren melalui program Pesantren Sahabat Lalu Lintas.
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di kalangan santri pondok pesantren.
Program ini, kata dia, akan melibatkan polisi lalu lintas untuk aktif masuk ke pesantren untuk memberikan edukasi mengenai keselamatan dan tertib berlalu lintas.
"Kami telah menginstruksikan seluruh polisi lalu lintas untuk berkolaborasi dengan pesantren dalam mengampanyekan pentingnya tertib berlalu lintas. Santri, sebagai generasi muda yang taat beribadah, juga diharapkan menjadi teladan dalam ketaatan berlalu lintas," ujarnya.
Terkait adanya program tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso, Jawa Timur, KH Nawawi Maksum, menilai bahwa selain belajar ilmu agama, santri juga perlu memahami pentingnya keselamatan di jalan raya.
Menurutnya, dengan adanya program ini, santri bisa mendapatkan edukasi mengenai aturan lalu lintas, keselamatan berkendara, dan bahkan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Terlebih, menurut pandangan ulama, ujarnya, tertib berlalu lintas juga sejalan dengan ajaran Islam tentang ketaatan terhadap aturan dan menjaga keselamatan diri serta orang lain.
Ia mengungkapkan pula bahwa santri di pondok pesantren yang diasuhnya menyambut antusias program ini karena bisa mendapatkan manfaat langsung dalam memahami aturan berkendara yang aman dan benar.
"Para santri yang biasanya menggunakan kendaraan bermotor untuk aktivitas sehari-hari, diharapkan bisa lebih patuh pada aturan lalu lintas dengan memakai helm, tidak ugal-ugalan, dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar," katanya.
Baca juga: Korlantas klasterkan jalur arus mudik dan balik Lebaran 2025
Baca juga: Korlantas tambah "buffer zone" di pelabuhan saat arus mudik
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025