Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendorong peningkatan kesejahteraan guru dengan menetapkan gaji minimal Rp5 juta per bulan.
"Kami sudah menghitung di Komisi X, minimal Rp5 juta itu adalah angka yang layak atau nominal yang paling pas untuk kesejahteraan guru," kata Lalu Hadrian ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Lalu Hadrian merespons pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kebocoran anggaran berdampak pada gaji guru.
Ia memandang positif pidato Kepala Negara pada Selasa (23/6) itu.
"Kami tentu memandang ini positif saja sebenarnya. Jadi, Presiden ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa kenapa sampai dengan hari ini gaji guru kita ini tidak naik secara optimal," ucapnya.
Lalu Hadrian tidak menampik bahwa gaji guru mengalami peningkatan. Akan tetapi, peningkatan itu belum optimal sehingga ia mendorong pemerintah untuk terus memformulasikan penghitungan yang layak.
Dalam rancangan postur anggaran tahun 2027, Lalu Hadrian menyatakan pemerintah telah mempersiapkan kenaikan gaji dan tunjangan guru, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.
Selaku legislator yang mengurusi sektor pendidikan, ia mengaku menantikan kebijakan pemerintah.
Baca juga: Di Munas NU, Prabowo sebut gaji guru kecil karena kebocoran anggaran
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu fondasi keberhasilan pendidikan ialah dengan meningkatkan kesejahteraan guru.
"Kami akan melihat di pidato nota keuangan beliau (Presiden) tanggal 16 Agustus, tapi kami meyakini bahwa Presiden kita ini sudah memikirkan, apalagi beliau selalu di mana-mana mengatakan bahwa kesejahteraan guru menjadi yang prioritas," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyoroti kebocoran anggaran akibat praktik laporan ekspor palsu oleh pengusaha yang merugikan keuangan negara hingga ribuan triliun rupiah sehingga turut berdampak pada gaji guru.
"Kita telah rugi 908 miliar dolar selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun. Rp15 ribu triliun, saudara-saudara, ini semua data keluar, saya ingin sampaikan dalam forum ini," kata Presiden dalam pidatonya pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, kemarin.
Presiden menyatakan dirinya ingin memberi pemahaman kepada para kiai yang hadir di Munas dan Konbes NU bahwa kebocoran anggaran tersebut yang menyebabkan negara kekurangan anggaran dan berdampak pada gaji guru serta pegawai negeri.
"Saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya, kan? Karena uangnya enggak ada," kata Presiden.
Baca juga: Prabowo sebut kebocoran kekayaan negara sebabkan gaji guru, ASN kecil
Baca juga: DPR usul ajukan anggaran tambahan untuk gaji guru PPPK paruh waktu
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































