Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengharapkan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) memaksimalkan dukungan yang diterima untuk membawa pencak silat semakin mendunia.
"Saya rasa IPSI ini cabang olahraga paling beruntung memiliki (ketua umum yang juga menjabat sebagai) Presiden Republik Indonesia, pemimpin negara yang juga sangat antusias terhadap cabang olahraga (pencak silat) yang merupakan warisan dari bangsa kita," kata Raja Sapta Oktohari kepada awak media usai acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu.
IPSI telah dipimpin oleh Prabowo Subianto sejak tahun 2004 hingga 2025. Saat ini ia menjabat sebagai Presiden RI. Meskipun Prabowo telah menyatakan tidak lagi bersedia untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum IPSI, ia menyatakan tetap memberikan dukungan penuh untuk kemajuan pencak silat.
Oktohari mengatakan bahwa dukungan besar dari orang nomor satu di RI itu harus dimaksimalkan untuk memajukan pencak silat agar tidak hanya bergelora di Indonesia atau di Asia Tenggara, tetapi juga di tingkat dunia.
"Itu tugas yang harus diemban oleh pengurus (PB IPSI) selanjutnya," katanya.
Baca juga: Presiden dukung pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade
Baca juga: Buka Munas PB IPSI, Prabowo: Pencak silat cermin kepribadian bangsa
Oktohari berharap amanah yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan agar pencak silat sebagai olahraga milik bangsa Indonesia semakin dikenal masyarakat olahraga dunia, dapat terwujud.
Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga telah berinisiatif mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan dalam Olimpiade sebelum Olimpiade Paris 2024. Ketika itu, Prabowo memimpin rapat khusus terkait upaya memaksimalkan peluang pencak silat di kancah dunia, termasuk Olimpiade.
Hingga saat ini, kata dia, berbagai tahapan sudah dijalankan termasuk sinergi dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA). "Pengakuan resmi dari IOC terhadap pencak silat juga masih terus dikawal. Semoga dalam waktu dekat ini bisa diikutsertakan dalam Youth Olympic," katanya.
Ia menambahkan bahwa untuk membawa pencak silat ke ajang Olimpiade tentu harus mengikuti prosedur dan berbagai persyaratan yang harus dilengkapi.
"Ini menjadi 'PR' besar bagi pengurus pencak silat yang saat ini sedang mengadakan munas," katanya.
Oktohari berharap agar setelah munas, pengurus baru IPSI membentuk tim yang benar-benar fokus mengawal proses serta melengkapi semua persyaratan untuk membawa pencak silat ke ajang Olimpiade.
Baca juga: Sugiono: Ketua baru IPSI harus jaga silat untuk bentuk karakter bangsa
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































