Jakarta (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta Iwan Setiawan menyatakan bahwa kepemimpinan yang kuat dari kepala daerah menjadi salah satu indikator kebangkitan ekonomi Jakarta yang sempat berada di bawah 5 persen.
"Kenapa DKI bisa keluar dari koreksi pertumbuhan ekonomi yang dalam pada saat itu sampai 4,9 persen kemudian naik menjadi 5,71 persen, salah satu yang utama karena DKI Jakarta punya strong leadership (kepemimpinan kuat)," kata Iwan di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada saat terjadi kerusuhan pada akhir Agustus 2025 sempat menunjukkan koreksi yang dalam, di mana berada pada kisaran 4,9 persen.
Akan tetapi, kata Iwan, berkat kepemimpinan yang kuat dari Gubernur Pramono Anung membuat perekonomian kembali menguat.
Ia menjelaskan bahwa indikator tersebut dapat dibuktikan ketika terjadi kerusuhan, di mana Gubernur Pramono saat itu mengambil kebijakan dengan tetap mengadakan hari bebas kendaraan bermotor, sehingga masyarakat tetap beraktivitas setelah terjadi kerusuhan.
Baca juga: Perekonomian Jakarta terus menguat
Selain itu, kampanye "Jaga Jakarta" yang dilakukan Pemprov DKI juga menjadikan investor, masyarakat, dan pelaku usaha tetap beraktivitas sehingga perekonomian kembali berputar dengan cepat.
"Dari sisi keamanan, kita punya garansi dari pemimpin, sehingga ekonomi itu mudah dan cepat bergerak," ujarnya.
Dengan keamanan yang terjamin, kata Iwan, maka industri, dunia usaha, UMKM, serta pelaku ekonomi lainnya berani bergerak lebih cepat, sehingga pertumbuhan ekonomi di Jakarta yang menjadi barometer nasional dapat kembali melesat.
"UMKM bergerak, makan minum, fesyen, transportasi bergerak, media bergerak, semua itu menyebabkan geliat ekonominya cepat," katanya.
Ia menambahkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada triwulan keempat pertumbuhan ekonomi Jakarta di atas nasional dengan angka 5,21 persen pada 2025.
"Kita patut bersyukur ketika Jakarta tumbuh, maka bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya.
Baca juga: BI DKI terus perkuat sinergi untuk jaga pertumbuhan ekonomi Jakarta
Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen di tahun pertama Pramono-Rano
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































