Kenapa Imlek identik dengan hujan? Ini penjelasannya

1 month ago 52

Jakarta (ANTARA) - Tahun baru China atau Hari Raya Imlek (Xinjia) yang akan jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025 merupakan hari penting bagi para keturunan Tionghoa di seluruh belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Imlek sendiri identik dengan turunnya hujan, yang dianggap sebagai suatu keberkahan dalam kepercayaan Tionghoa.

Akan tetapi, mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa imlek selalu identik dengan hujan dan apa alasan dibalik fenomena tersebut?

Baca juga: Jelang Imlek, kios pernak-pernik di Pasar Glodok dipenuhi pengunjung

Penjelasan secara ilmiah kenapa Imlek identik dengan turunnya hujan

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Imlek selalu bertepatan pada bulan Januari atau awal bulan Februari, yang di mana bulan ini bersamaan dengan terjadinya musim hujan.

Perayaan ini tentunya jatuh pada puncak musim hujan dengan curah yang tinggi, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, secara ilmiah alasan Imlek sering turun hujan karena memang perayaannya tepat pada bulan yang menjadi waktu datangnya musim hujan.

Baca juga: Taman Safari Bogor meriahkan Imlek dengan atraksi barong hingga liong

Penjelasan menurut kepercayaan Tionghoa kenapa Imlek identik dengan turunnya hujan

Sementara berdasarkan ahli Feng Shui, turunnya hujan deras dianggap akan mendatangkan keberuntungan, terutama bagi yang wilayahnya diguyur hujan maka keberuntungan akan melimpah ruah.

Namun jika yang terjadi adalah hujan badai, maka artinya akan berbeda lagi. Hujan badai dianggap memiliki arti pertanda kurang beruntung, karena dapat menyebabkan musibah.

Sementara, jika yang turun adalah hujan gerimis, maka akan datang keberuntungan namun dalam jumlah sedikit. Namun, apabila gerimis terjadi selama seharian maka dipercaya akan membawa keberuntungan sepanjang tahun.

Turunnya hujan ini juga dipercaya dengan mitos turunnya Dewi Kwan Im untuk menyiram bunga Mei Hwa. Artinya, turunnya hujan merupakan berkah dari langit.

Bunga Mei Hwa dipercaya adalah bunga yang ditanam oleh Dewi Kwan Im menjelang Hari Raya Imlek.

Baca juga: Jelang Imlek, perajin lampion di Kota Malang kebanjiran pesanan

Baca juga: Jelang Imlek, kios pernak-pernik di Pasar Glodok dipenuhi pengunjung

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |