Kemitraan Corin tingkatkan efisiensi petani, biaya produksi turun hingga 12 persen

23 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Program kemitraan PT Corin Mulia Gemilang melalui Divisi PT Maxxi Tani Teknologi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas petani dengan menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.

“Yang dilihat petani itu hasil akhirnya. Biayanya turun sekitar 10 sampai 12 persen dan hasil panennya naik. Itu yang mereka rasakan langsung,” kata Direktur PT Corin Mulia Gemilang Hari Prabowo.

Hari menjelaskan, pendampingan yang dilakukan melalui program Maxxi Tani tidak hanya mencakup penyediaan alsintan, tetapi juga pengawalan proses budidaya secara detail. Tim Maxxi Tani memantau aktivitas petani mulai dari penjadwalan tanam, penyemprotan, hingga masa panen.

Dalam skema paket lengkap, Corin menanggung seluruh biaya produksi terlebih dahulu dan baru melakukan penagihan setelah petani melakukan panen. Pendekatan ini memberi ruang bagi petani untuk fokus pada proses budidaya tanpa terbebani tekanan modal di awal.

PT Corin Mulia Gemilang saat ini memiliki tiga produk unggulan, yakni drone sprayer, combine harvester, dan rice transplanter. Ketiga jenis alsintan tersebut dinilai mampu mempercepat proses kerja, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan kualitas produksi.

Hari mengatakan sistem ini turut mendorong peningkatan minat petani untuk bergabung sebagai mitra, terlebih setelah pemerintah menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Penetapan harga tersebut membuat petani lebih semangat menanam padi dan berdampak pada meningkatnya partisipasi dalam program Maxxi Tani.

“Petani jadi lebih percaya diri untuk tanam padi karena merasa harganya cukup baik. Dampaknya juga terasa ke kami karena makin banyak yang ingin ikut program kemitraan,” ujarnya.

Program ini telah menjangkau lebih dari 240 ribu petani di berbagai daerah dan mengelola puluhan ribu hektare lahan pertanian. Meski demikian, Hari mengakui cakupan tersebut masih relatif kecil dibandingkan total luas lahan pertanian nasional, sehingga peluang ekspansi masih terbuka lebar.

Ke depan, Corin menyiapkan pengembangan alsintan untuk sektor tebu guna mendukung swasembada gula. Produk yang direncanakan antara lain alat tanam tebu, alat angkut, dan mesin panen tebu.

Hari juga menilai modernisasi pertanian akan terus berkembang dengan pemanfaatan teknologi yang lebih canggih, termasuk penggunaan sistem kendali jarak jauh dan otomatisasi mesin di masa mendatang.

Melalui skema kemitraan ini, Corin berharap dapat memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama sektor pangan sekaligus mendorong pertanian Indonesia menjadi lebih efisien dan berdaya saing.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |