Kementan nilai progres cetak sawah 2026 di Tanah Papua masih rendah

4 hours ago 3

Jayapura (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai progres pelaksanaan program cetak sawah tahun anggaran 2026 di Tanah Papua masih rendah sehingga perlu dilakukan percepatan pekerjaan di sejumlah lokasi.

Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian Hermanto di Jayapura, Sabtu, mengatakan di Papua menjadi salah satu wilayah dengan target terbesar, namun setelah dilakukan addendum, target tersebut disesuaikan dari sekitar 61.000 hektare menjadi sekitar 15.000 hektare.

"Untuk di Papua kami telah disesuaikan targetnya tersebut namun progres konstruksi hingga saat ini baru mencapai sekitar 16-17 persen," katanya.

Baca juga: Kementan percepat cetak sawah di Papua Barat lewat skema swakelola

Baca juga: Pemerintah buat pertanian modern Papua Selatan sejajar Jepang-AS

Menurut Hermanto, sehingga pihaknya hari ini melakukan evaluasi mencakup progres fisik, tata kelola administrasi, serta berbagai kendala di lapangan, baik teknis maupun sosial.

"Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang menghambat pelaksanaan program di lapangan," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya menilai dengan capaian 16-17 persen tersebut masih rendah untuk itu perlu dilakukan rakor evaluasi tersebut.

"Karena pada pertengahan masa kontrak seharusnya progres pekerjaan telah melampaui 50 persen," katanya lagi.

Dia berharap agar seluruh pihak yang terlibat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kendala pekerjaan, termasuk memastikan ketersediaan alat berat dan memperjelas pembagian tugas di setiap lokasi.

"Melalui rapat koordinasi tersebut, kami sangat mendorong penyusunan solusi yang terukur serta langkah percepatan agar pembangunan sawah baru di Papua dapat diselesaikan secara efektif dan berkelanjutan," ujarnya.

Baca juga: Mentan Amran kawal cetak sawah dan oplah di Tanah Papua 137 ribu ha

Baca juga: IPB: Cetak sawah rakyat di Papua berhasil lewat partisipasi warga

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |