Kemenperin tekankan Lebaran jaga stabilitas ekonomi dan industri

3 hours ago 1
Industri makanan dan minuman dalam negeri telah meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri..,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menekankan bahwa momen Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong kinerja sektor industri.

Inspektur Jenderal Kemenperin M Rum di Jakarta, Selasa menyampaikan, peningkatan konsumsi masyarakat pada periode ini menjadi penggerak utama berbagai sektor industri, terutama makanan dan minuman, tekstil, serta pakaian jadi.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri berkontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi melalui pergerakan UMKM, serta sektor industri pengolahan.

Salah satu subsektor industri yang mengalami lonjakan permintaan menjelang Lebaran yakni industri makanan dan minuman, dengan tingkat utilisasi hingga 80 persen.

Baca juga: Kemenperin: Konflik Timur Tengah tak terlalu berdampak ke kinerja agro

"Industri makanan dan minuman dalam negeri telah meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri. Saat ini tingkat utilisasi industri makanan dan minuman berada pada kisaran 70–80 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata utilisasi normal sekitar 60 persen,” ujarnya.

Pada 2025, sektor ini berkontribusi sebesar 52,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas dan 9 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan mencapai 4,95 persen.

Dari sisi perdagangan internasional, industri agro, termasuk makanan-minuman mencatat nilai ekspor sebesar 78,77 miliar dolar AS dan impor 21,19 miliar dolar AS, sehingga menghasilkan surplus neraca dagang sebesar 57,58 miliar dolar AS.

Selain itu, realisasi investasi di sektor industri agro pada 2025 mencapai Rp191,7 triliun dan mampu menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja hingga Agustus 2025.

Baca juga: Kemenperin perkuat standar mutu emas, jaga produk perhiasan RI

Capaian tersebut menunjukkan sektor agro tetap menjadi salah satu sektor yang diminati investor serta berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk memperkuat struktur industri agro, pemerintah menurut dia, terus menjalankan kebijakan hilirisasi berbasis sumber daya alam dalam negeri.

Program ini dilakukan dengan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir dalam satu ekosistem industri yang saling terhubung guna menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Melalui pendekatan klaster berbasis wilayah, katanya, komoditas unggulan seperti kakao, sagu, dan kelapa diarahkan untuk diolah menjadi produk turunan di sektor pangan, farmasi, kosmetik hingga bioenergi.

Strategi ini diproyeksikan Kemenperin mampu meningkatkan nilai tambah komoditas hingga ratusan kali lipat dibandingkan penjualan bahan mentah.

Selain itu, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi produk dalam negeri, Kemenperin menggelar Bazar Lebaran 2026 yang berlangsung pada 10–13 Maret 2026 di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memajukan sektor industri agro nasional.

Bazar Lebaran Kemenperin tahun ini diikuti oleh 80 perusahaan yang terdiri dari industri besar, menengah, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan ragam produk yang dipasarkan.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |