Kemenperin kerahkan tim wasdal tangani ledakan pabrik kimia di Cilegon

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan pipa steam reactor milik PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), perusahaan penghasil purified terephthalic acid (PTA) di Cilegon, Banten, dengan menerjunkan tim pengawasan dan pengendalian (wasdal) ke lokasi.

“Bapak Menteri Perindustrian memberikan perhatian terhadap insiden tersebut dan langsung instruksikan jajaran teknis turun ke lapangan melakukan pengawasan, koordinasi, serta memastikan kondisi operasional industri dan keselamatan pekerja serta masyarakat di sekitar lokasi agar dapat segera ditangani secara optimal,” kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Selasa.

Dijelaskan dia, langkah tersebut dilakukan atas instruksi langsung Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) serta Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII).

Instruksi itu lanjutnya, guna memastikan penanganan pascainsiden berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri sebagaimana amanat Permenperin 19/2019 dan Permenperin 25/2021.

Baca juga: Warga Cilegon keluhkan mata perih usai ledakan pabrik kimia

Ia menyampaikan, Tim Wasdal Kemenperin diterjunkan untuk berkoordinasi dengan manajemen perusahaan, aparat terkait, serta pemerintah daerah dalam melakukan identifikasi awal terhadap penyebab insiden sekaligus memastikan langkah mitigasi berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan industri kimia.

Kemenperin menegaskan, aspek keselamatan kerja dan keamanan operasional industri merupakan prioritas utama dalam pengembangan sektor manufaktur nasional, khususnya pada industri kimia yang memiliki risiko operasional tinggi.

Selain melakukan pengawasan terhadap penanganan insiden, Kemenperin juga meminta perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proses produksi, kelayakan peralatan industri, serta penerapan standar keselamatan dan keamanan secara lebih ketat.

“Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar terus meningkatkan disiplin operasional, penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), serta preventive maintenance terhadap fasilitas produksi guna meminimalkan potensi gangguan maupun kecelakaan industri,” lanjut Febri.

Baca juga: Pabrik Kimia meledak di Cilegon, seluruh karyawan dipulangkan

Pihaknya kata dia, memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan insiden hingga kondisi operasional dinyatakan aman dan stabil.

Di sisi lain, koordinasi lintas kementerian/lembaga bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk mendukung proses investigasi dan pemulihan operasional industri secara bertahap.

Sebelumnya, Manajemen PT Merak Chemicals Indonesia memulangkan seluruh karyawannya sebagai langkah pengamanan standar pasca insiden ledakan yang terjadi di area pabrik kimia di Kota Cilegon, pada Senin (25/5), sekitar pukul 12.30 WIB.

Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia, Dimas Saputra, di Kota Cilegon, Senin (25/5), membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan keselamatan pekerja serta warga sekitar menjadi prioritas utama perusahaan.

"Menyangkut dampak keselamatan pekerja, saya belum menerima data mengenai adanya korban luka. Namun, sebagai langkah pengamanan, seluruh karyawan di area pabrik tadi sudah dipulangkan," kata Dimas.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |