Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar melalui call center untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya di Kalimantan Tengah.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya terdampak karhutla diminta segera menghubungi call center yang akan disosialisasikan lebih masif.
“Kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini,” ujar Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, call center tersebut sebelumnya sudah tersedia dan menjadi bagian dari kerja sama yang selama ini berjalan antara Kementerian Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, serta sejumlah organisasi konservasi yang selama ini telah menjalin kolaborasi seperti Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, Orangutan Foundation International (OFI), dan OFI UK.
“Penguatan dilakukan agar masyarakat lebih cepat mengetahui jalur yang harus dihubungi ketika menemukan satwa liar terdampak karhutla,” katanya.
Setelah laporan diterima, tim yang berada paling dekat dengan lokasi akan melakukan penyelamatan. Tim tersebut dapat berasal dari BOSF, OFI, OFI UK maupun Balai KSDA Kemenhut.
Baca juga: Kemenhut perkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar hadapi dampak karhutla
Baca juga: Anggota DPR: Perlindungan satwa harus jadi bagian penanganan karhutla
Lebih lanjut, Menhut mengatakan mekanisme tersebut diharapkan mempercepat penanganan satwa yang membutuhkan pertolongan.
Selain memperkuat jalur pelaporan, frekuensi patroli penyelamatan satwa juga akan ditingkatkan.
Menhut Raja Antoni mengatakan patroli yang sebelumnya dilakukan secara berkala akan diperbanyak menjadi setiap hari, sekaligus disertai sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menemukan orangutan atau satwa liar.
Penguatan sistem pelaporan dinilai penting karena dampak karhutla terhadap satwa tidak hanya berasal dari api, tetapi juga asap.
Berikut nomor call center 24 jam yang dapat dihubungi masyarakat:
BKSDA KALBAR: 0811 577 6767
BKSDA KALTENG: 0811 5218 500
BKSDA KALTIM: 0821 1333 8181
Baca juga: Anggota DPR tegaskan karhutla ancam satwa endemik dan kekayaan genetik
Baca juga: Manggala Agni: Satwa semakin terancam akibat karhutla di Kalbar
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































