Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan cermat dalam memilih biro perjalanan (travel) umrah guna menghindari potensi penipuan.
Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenhaj Andi Muhammad Taufik meminta calon jamaah untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran yang tidak masuk akal serta selalu memastikan legalitas dan kredibilitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
"Jamaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jamaah dari kerugian," ujar Andi Taufik di Jakarta, Kamis.
Andi meminta sebelum memilih biro perjalanan, jamaah mesti memverifikasi legalitas agen. Pastikan travel terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui situs SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) Kemenhaj.
Baca juga: Menag minta travel umrah bertanggung jawab atas jamaahnya
"Jamaah dapat mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku. Travel yang tidak terdaftar dinyatakan ilegal," kata dia.
Kemudian, lanjutnya, jamaah juga disarankan memastikan keberadaan kantor fisik, rekam jejak operasional minimal dua tahun, serta mewaspadai paket umrah dengan harga tidak wajar.
Telusuri ulasan jamaah sebelumnya melalui Google Reviews, media sosial, atau situs resmi agen. Rekomendasi dari keluarga dan kerabat yang berpengalaman juga menjadi rujukan penting. Hindari travel yang tidak memiliki testimoni kredibel.
"Jamaah juga dianjurkan memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis Kemenhaj maupun otoritas Arab Saudi," kata Andi Muhammad Taufik.
Di samping itu jamaah mesti meminta rincian biaya secara lengkap, termasuk tiket, visa, akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Pastikan terdapat bukti reservasi hotel serta jadwal keberangkatan yang jelas sebelum melakukan pelunasan.
Baca juga: Bagikan tips bisnis umrah, Sandiaga: Fokuskan pada kualitas layanan
Perhatikan kontrak perjanjian, terutama klausul pengembalian dana (refund) dan asuransi. Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan dan seluruh bukti transaksi disimpan dengan baik.
Hal lainnya yang mesti diperhatikan, kata Andi, pastikan travel menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat, akomodasi yang layak, serta kepastian jadwal keberangkatan. Membandingkan beberapa paket umrah dari travel terpercaya juga dianjurkan sebelum mengambil keputusan.
Andi menegaskan peran aktif masyarakat sangat membantu upaya perlindungan jamaah.
"Laporan dari jamaah adalah bagian penting dari pengawasan. Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui kanal resmi Kemenhaj," kata Andi Muhammad Taufik.
Baca juga: DPR: Umrah mandiri tak matikan bisnis, tapi menyehatkan ekosistem
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































