Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan konsep green meeting guna mendukung gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya mulai mengurangi pemakaian air minum dalam kemasan pada setiap kegiatan rapat internal guna meminimalisasi produksi sampah plastik.
“Yang lain-lain, yang baru secara penyelenggaraan, kami tidak ada minuman yang di dalam botol plastik. Jadi, kami mulai menyelenggarakan green meeting, tidak ada lagi minuman dalam kemasan plastik. Ini langsung menjawab apa yang menjadi arahan Pak Presiden terkait gerakan ASRI,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa.
Baca juga: Kepolisian laksanakan "Gerakan Indonesia Asri" di Kepulauan Seribu
Ia mengimbau seluruh pegawai di lingkungan Kemendikdasmen untuk membawa botol minum atau tumbler masing-masing, karena pihaknya telah menyediakan dispenser air minum pada setiap kegiatan rapat.
“Kami mulai membangun budaya bersih, sadar lingkungan dan juga mengurangi konsumsi yang menimbulkan banyak sampah. Salah satunya adalah sampah dari botol-botol plastik,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Senin (9/2), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengajak satuan pendidikan untuk memperkuat pendidikan karakter terkait perubahan iklim dengan mengenalkan budaya green time pada murid, untuk mengurangi screen time.
“Kita berkepentingan agar anak mulai bergeser dari screen time ke green time, dari melihat layar menjadi melihat realitas kehidupan yang sebenarnya. Menjadi aktivitas yang mengeksplorasi kondisi lingkungan sekitar," kata Pratikno.
Menurutnya, disrupsi yang diakibatkan oleh perubahan iklim (climate change) membawa dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya hingga politik, sehingga para murid perlu memiliki pemahaman mengenai langkah-langkah untuk menekan dampak tersebut sebagai bekal di masa depan.
Baca juga: Wamendes ajak pendamping hingga warga desa ikut Gerakan Indonesia ASRI
Baca juga: Gerakan Indonesia ASRI, TNI-Polri bersihkan sungai hingga pusat wisata
Ia mengatakan satuan pendidikan dapat mengurangi budaya screen time para murid yang dapat mencapai hingga 9 jam tersebut menjadi aktivitas yang mengeksplorasi kondisi lingkungan sekitar.
Salah satunya ialah dengan mengubah budaya screen time menjadi green time melalui aktivitas memilah sampah ataupun menghabiskan bekal makanan masing-masing.
“Jadi, kami ingin mengajak Bapak-Ibu Kepala Dinas, Kepala Sekolah menjadi orkestrator untuk membangun SDM unggul, mengajak semua pihak untuk bergabung, membuat sekolah sebagai media pembelajaran SDM unggul dan tangguh, sehat fisik, sehat mental, sehat sosial mampu menghadapi disrupsi perubahan iklim,” katanya.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































