Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) menjemput aspirasi guna memperkuat implementasi layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan melalui forum SEAMEO Centres Policy Research Network (CPRN) Summit.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan berbagai data dan penelitian yang dipresentasikan dalam forum tersebut nantinya menjadi salah satu rujukan dalam merumuskan kebijakan terkait layanan pendidikan dasar dan menengah yang berbasiskan pada riset akademis.
“Data hasil penelitian yang dilaksanakan SEAMEO akan menjadi masukan pengambilan kebijakan di Kementerian Dikdasmen. Walaupun hasil-hasil penelitian merupakan rekomendasi, tetapi akan tetap menjadi masukan, seiring kebijakan kementerian yang mengedepankan kebijakan berbasis data dan penelitian sehingga tepat sasaran dan bermanfaat,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti usai membuka forum tersebut di Jakarta pada Selasa
Lebih lanjut ia mengatakan forum tersebut memberikan masukan kepada pihaknya dalam memperkuat adaptasi berbagai kebijakan layanan pendidikan dasar dan menengah di tengah kemajuan teknologi digital.
Baca juga: Roadmap ASEAN-SEAMEO memuat tujuh hal penting bagi anak usia dini
Menurutnya, teknologi digital dapat membawa berbagai manfaat baik kepada Generasi Z dan Alpha sebagai pengguna asli (native user) kemajuan zaman tersebut, sekaligus dampak eksklusi sosial akibat dari ketergantungan penggunaan gawai.
Karena itu Mendikdasmen menilai forum hari itu menjadi wadah untuk membagikan berbagai praktik baik maupun hasil penelitian yang berkaitan dengan bagaimana membangun kebijakan layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan dan berkesinambungan, khususnya pada wilayah Asia Tenggara.
“Kami melalui forum ini berharap agar kebijakan kementerian pendidikan di negara-negara ASEAN dapat lebih berbasis data dan terintegrasi satu dengan yang lain. Dan ini adalah bagian dari upaya untuk berbagi masa depan yang cerah bagi negara-negara Asia Tenggara, “ kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Baca juga: Kemendikdasmen: Roadmap bersama ASEAN jadi panduan perkuat PAUD
Pada kesempatan yang sama Direktur SEAMEO CECCEP Vina Adriany mengatakan forum tersebut menghadirkan 200 peserta yang berlatar belakang sebagai akademisi, peneliti hingga praktisi berkaitan dengan bidang pendidikan dari 11 negara di Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru.
Ia pun turut menegaskan forum tersebut bertujuan memperkuat keterkaitan antara hasil penelitian, perumusan kebijakan, dengan praktik pendidikan di lapangan, sekaligus mempererat kolaborasi regional di antara negara-negara anggota SEAMEO.
“Melalui forum ini para pemangku kepentingan di bidang pendidikan didorong untuk memperkuat perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), memperluas pertukaran pengetahuan, serta mendukung pengembangan sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara,” kata Vina.
Baca juga: Kemendikdasmen-SEAMEO finalisasi peta jalan layanan PAUD di ASEAN
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































