Kemenbud tetapkan 9 tradisi-budaya Jambi jadi Warisan Budaya Tak Benda

2 days ago 3
Ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada bapak dan ibu yang telah menekuni bidangnya masing-masing. Semoga ini bisa dikenang sebagai sejarah penting bagi Provinsi Jambi

Kota Jambi (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menetapkan sembilan tradisi dan budaya Jambi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang menjadi bukti provinsi itu memiliki peradaban kuat sejak masa lampau.

"Ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada bapak dan ibu yang telah menekuni bidangnya masing-masing. Semoga ini bisa dikenang sebagai sejarah penting bagi Provinsi Jambi," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Rabu.

Al Haris merinci sembilan tradisi dan budaya masyarakat Jambi yang telah di tetapkan oleh Kemenbud meliputi Kuluk Kerinci (Kabupaten Kerinci), Ritus Bagelek (Kabupaten Bungo), Seni Pertunjukan Gandai (Kabupaten Tebo), Tari Teluk Kembang (Kabupaten Tebo), dan Tradisi Tongkeng Betung Bedarah (Kabupaten Tebo).

Baca juga: Pemerintah tetapkan 514 warisan budaya takbenda Indonesia

Kemudian Tradisi Lukah Gilo Dusun Baru (Kabupaten Muaro Jambi), Seni Pertunjukan Tonel Tebat Patah (Kabupaten Muaro Jambi), Seni Pertunjukan Dana Sarah Jambi Kota Seberang (Kota Jambi), serta Bahasa Lisan/Bahasa Orang Rimba (Kabupaten Sarolangun).

Atas anugerah itu Gubernur Al Haris mengapresiasi daerah-daerah dan para pelaku budaya yang menerima penghargaan WBTB serta kepada para maestro seni yang dinilai berjasa besar dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Jambi.

Secara nasional pemerintah telah menetapkan sekitar 700 WBTB. Kemenbud menargetkan 2.000 warisan budaya yang akan segera ditetapkan untuk menguatkan kekayaan budaya di Indonesia.

Baca juga: Gubernur Jambi terima penetapan warisan budaya takbenda

Selain itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi turut memberikan anugerah kebudayaan kepada maestro seni tradisi kepada dua seniman yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pelestarian budaya.

Penganugerahan itu diberikan kepada Aisyah sebagai maestro seni tradisi bidang musik Kelintang Perunggu dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Abu Bakar sebagai maestro seni tradisi Krinok dari Rantau Pandan, Kabupaten Bungo.

"Keberadaan para maestro budaya menjadi teladan penting bagi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Kami berharap Jambi masih memiliki banyak potensi budaya dan maestro yang belum muncul ke permukaan, terutama dari wilayah pesisir. Insya Allah, tahun depan akan kami usulkan," ucap Gubernur Jambi Al Haris.

Baca juga: Candi Muaro Jambi diusulkan masuk warisan dunia pada 2025

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |