Kemenag optimistis efisiensi Rp11 triliun tidak pengaruhi pendidikan

1 week ago 5

Padang (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) RI tetap optimistis efisiensi anggaran sebesar Rp11 triliun pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara signifikan tidak akan memengaruhi layanan pendidikan di Tanah Air.

"Secara keseluruhan efisiensi Kementerian Agama itu Rp14,6 triliun, dimana Rp11 triliun diantaranya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam," kata Staf Khusus Menteri Agama, Farid F Saenong di Padang, Minggu.

Baca juga: Menag kembali tegaskan akan membatasi perjalanan dinas jajarannya

Sebagai Staf Khusus Menteri Agama yang salah satunya membidangi pendidikan, Farid akan berupaya keras agar efisiensi tersebut tidak memengaruhi proses belajar mengajar anak didik di madrasah maupun di perguruan tinggi.

"Mudah-mudahan kita bisa menjalankan efisiensi anggaran ini dengan kerja dan kultur profesional, sehingga rencana yang dijalankan berhasil," ujarnya.

Menurut Farid, efisiensi anggaran menjadi tantangan besar bagi semua pihak, terutama Kemenag. Apalagi, Menteri Nasaruddin Umar baru saja memperoleh skor 92,8 persen sebagai menteri di Kabinet Merah Putih dengan tingkat kepuasan publik paling tinggi.

"Pak Menteri Agama menyampaikan akan terus mencoba memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ujar dia.

Di beberapa kesempatan, Menteri Agama menyampaikan kementerian itu memiliki kekhususan terkait dengan efisiensi anggaran. Meskipun demikian, Farid tidak menjelaskan secara detail kekhususan yang dimaksud.

"Yang pasti Menteri Agama akan selalu memperjuangkan rencana yang disusun mengingat Kemenag adalah kementerian yang bersifat vertikal dan berbeda dengan kementerian lain," ujarnya.

Baca juga: HNW ingatkan Kemenag-BPH tak kurangi kualitas layanan haji, meski ada efisiensi

Baca juga: Anggota DPR usul tambah anggaran pendidikan di Kemenag

Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat Aidinil Zetra mengatakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 harus tepat sasaran guna mewujudkan pembangunan yang merata di Tanah Air.

"Adanya efisiensi anggaran dalam pemerintahan Presiden Prabowo ini, kebijakan anggaran harus tepat sasaran," kata dia.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |