Empat petani di Sukabumi tersambar petir dua diantaranya tewas

4 hours ago 3

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Empat petani yang sedang berteduh di saung bambu yang berada di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Perhutani tepatnya di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi Jabar tersambar petir pada Rabu, di mana dua diantaranya meninggal dunia.

"Akibat kejadian ini dua petani meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua lainnya kritis serta mengalami luka bakar yang cukup hampir di sekujur tubuhnya," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim di Sukabumi, Rabu, (26/2).

Adapun identitas korban meninggal dunia akibat tersambar petir Ahmad Saepuloh (36) warga Kampung Cigadog III, RT 03/01, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan dan Abas (55) warga Kampung Pasirlame, RT 03/09, Desa/Kecamatan Ciemas.

Kemudian identitas korban kritis yakni Idris (62) warga Kampung Citepustengah, RT 02/13, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu dan Dodo (23) warga Kampung Pasirlame.

Untuk korban meninggal sudah dibawa oleh pihak keluarganya untuk dimakamkan, sementara korban kritis saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Palabuhanratu.

Informasi yang dihimpun dari BPBD setempat, musibah ini berawal saat empat petani tersebut sedang membersihkan dan menyiapkan lahan pertanian di HTR Perhutani untuk ditanami singkong.

Saat sedang beraktivitas, cuaca saat itu sudah mendung dan sesekali terdengar suara petir, namun para korban diduga tetap melanjutkan pekerjaannya dan baru berteduh ke saung saat turun hujan deras disertai petir.

Suasana semakin mencekam saat petir silih berganti menyambar apa saja yang ada di lokasi kejadian. Kondisi saung yang terbuka mengakibatkan petir menyambar bangunan saung dan keempat petani tersebut dan seketika korban tak sadarkan diri.

Baca juga: Banjir bandang landa empat desa di Tulungagung

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan bantuan dan melapor ke personel Babinsa Desa Kerjaya. Dengan bergotong royong, para korban kemudian dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu.

Medi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada hujan deras disertai petir dan angin kencang. Jika petir sedang melanda alangkah baiknya berlindung di dalam bangunan yang rangkanya tidak banyak menggunakan material yang menjadi penghantar petir seperti besi dan sejenis.

Baca juga: Rumah warga Pacitan rusak parah diterjang longsor

Tidak berteduh di bawah pohon, menghindari tempat yang terbuka seperti lapangan, sawah dan lainnya. Menjauh dari tiang listrik atau menara yang terbuat dari besi, tidak berteduh secara berhimpitan, jika di luar ruangan, berdiri dengan kaki rapat atau salah satu kaki diangkat dan matikan alat komunikasi atau elektronik.

Baca juga: Senin, waspadai hujan petir yang dapat terjadi di sebagian kota besar

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |