Kemarin, Prabowo ultimatum pejabat-ilmuwan hingga target kopdes

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Berbagai kabar di ranah politik telah diwartakan Kantor Berita ANTARA pada Rabu (29/4), mulai dari Presiden Prabowo Subianto mengultimatum pejabat maupun ilmuwan yang tidak patriotik hingga target pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Berikut kilas balik berita politik kemarin untuk kembali Anda simak.

1. Prabowo ultimatum pejabat-ilmuwan tak patriotik untuk keluar barisan

Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum keras kepada pejabat maupun intelektual yang tidak memiliki jiwa patriotisme untuk mundur dari jabatannya.

"Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar apapun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya, carilah orang lain," kata Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap Jawa Tengah.

Baca selengkapnya di sini.

2. Prabowo sebut banyak negara belajar program MBG Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hingga saat ini banyak negara belajar program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena pemerintah Indonesia melalui kebijakan itu mampu melayani lebih dari 60 juta penerima manfaat secara rutin.

​"Banyak negara, sekarang belajar MBG ke kita. Karena, dimana ada negara, bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu? Dari ibu hamil hingga lansia yang tidak berdaya, kita antar makanannya," kata Presiden Prabowo dalam sambutan di acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap Jawa Tengah.

Baca selengkapnya di sini.

3. Yusril usulkan jumlah komisi di DPR dijadikan ambang batas parlemen

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengusulkan agar jumlah komisi di DPR RI dijadikan ambang batas bagi partai politik peserta pemilu legislatif untuk bisa duduk di parlemen serta bisa membentuk fraksi.

Dia menjelaskan maksud dari jumlah komisi itu, yakni setiap partai politik harus mendapatkan minimal 13 kursi di DPR RI karena kini jumlah komisi di DPR RI sebanyak 13 komisi.

"Misalnya, yang dijadikan acuan adalah sebenarnya berapa komisi yang ada di DPR. Nah itu kan sekarang diatur dalam tata tertib, seyogyanya diatur dalam Undang-Undang," kata Yusril usai menghadiri acara Bimbingan Teknis Anggota DPRD di Jakarta.

Baca selengkapnya di sini.

4. Anggota DPR minta "taksi hijau" ditindak tegas imbas kecelakaan kereta

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian meminta kepada pemerintah agar mengambil langkah tegas terhadap perusahaan Green SM atau "taksi hijau", imbas adanya kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, yang menimbulkan belasan korban jiwa.

Dia menduga bahwa kendaraan taksi yang terlibat tersebut sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun. Perjalanan panjang transformasi layanan kereta api, menurut dia, tidak seharusnya tercoreng oleh kelalaian pihak eksternal.

"Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,” kata Kawendra.

Baca selengkapnya di sini.

5. Pemerintah target bangun 25.000 Koperasi Merah Putih dalam tiga bulan

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 25.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia dalam waktu tiga bulan sebagai upaya nyata untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan secara masif.

"Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih. Kemungkinan, dua tiga minggu lagi. Sesudah itu, dua sampai tiga bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25.000 koperasi," kata Prabowo di acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap Jawa Tengah.

Baca selengkapnya di sini.

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |