Tanjung Priok kontributor utama PTP Nonpetikemas dukung logistik

2 hours ago 2
...kami yakin Tanjung Priok akan terus menjadi rujukan operasional di industri kepelabuhanan

Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) mencatat kinerja positif triwulan I 2026, dengan Cabang Tanjung Priok menjadi kontributor utama pendapatan dan volume bongkar muat (throughput) dalam mendukung kelancaran logistik nasional.

Pada Triwulan I tahun 2026, PTP Nonpetikemas melalui Cabang Tanjung Priok memberikan kontribusi pendapatan sebesar 58,82 persen dan secara kinerja capaian throughput memberikan kontribusi signifikan sebesar 32,4 persen dari total throughput Triwulan I Tahun 2026 PTP Nonpetikemas.

"Sedangkan capaian secara SPMT Group, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok catatkan kinerja yang impresif dengan throughput mencapai 4,03 juta ton/m³, atau setara 14 persen dari total throughput dari layanan multi terminal secara group sebesar 27,64 juta ton/m³," kata Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok Budi Utoyo dalam Media Visit PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Jakarta, Rabu.

Budi menyampaikan secara (yoy) capaian itu naik sebesar 12 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 12,08 juta ton.

Lonjakan itu ditopang oleh dominasi layanan general cargo (8,49 juta ton), didukung oleh peningkatan komoditas curah kering (4,45 juta ton), curah cair (1,4 juta ton), dan bag cargo (62,3 ribu ton) yang menjadikan Tanjung Priok sebagai kontributor terbesar terhadap performa nasional.

Baca juga: Kinerja Tumbuh, PTP Nonpetikemas Optimalkan Operasional Pelabuhan di Seluruh Indonesia

“Realisasi throughput Cabang Tanjung Priok hingga Triwulan I 2026 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional. Dengan hasil di atas target, Tanjung Priok semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak kinerja PTP Nonpetikemas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Direktur Komersial & Pengembangan Usaha sekaligus Plt. Direktur Operasi PTP Nonpetikemas Dwi Rahmad Toto S juga menegaskan Cabang Tanjung Priok merupakan fondasi utama pencapaian throughput nasional.

Pihaknya terus meningkatkan layanan multipurpose melalui optimalisasi produktivitas, penerapan sistem digital PTOS-M dan pemutakhiran fasilitas.

"Didukung SDM yang tersertifikasi, kami yakin Tanjung Priok akan terus menjadi rujukan operasional di industri kepelabuhanan,” ujar Toto.

Untuk capaian kinerja T/S/D yang kompetitif di level SPMT Group. Pada segmen general cargo, Cabang Tanjung Priok menempati peringkat pertama hingga Triwulan 1 dengan realisasi kumulatif 4.024 atau sekitar 130 persen dari target sebesar 3.097, menjadikannya kontributor utama pada lini itu.

Selain capaian trafik, Cabang Tanjung Priok juga mencatat perbaikan signifikan dalam produktivitas bongkar muat, yang berkontribusi pada capaian kinerja konsolidasi PTP Nonpetikemas.

Hal itu sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan yang efisien, aman, dan kompetitif serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui Pelabuhan Tanjung Priok sebagai simpul utama distribusi logistik.

Baca juga: Transformasi geopolitik maritim modern Indonesia

Pertumbuhan itu mencerminkan kuatnya peran PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok sebagai pilar utama operasional, yang didukung oleh kesiapan infrastruktur, kelengkapan fasilitas, serta keandalan layanan dalam menangani beragam komoditas.

Dengan kinerja tersebut, PTP Nonpetikemas yang merupakan anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) bagian dari Pelindo Group, optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan terus memperkuat kontribusinya bagi kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok mengoperasikan terminal multipurpose yang melayani berbagai macam komoditi general cargo, curah kering, curah cair, bag cargo, unitized dan hewan.

Komoditi general cargo antara lain steel rpoduct, pulp dan barang konstruksi. Komoditi curah kering antara lain pasir, batubara, raw sugar, semen, dan pupuk.

Sedangkan untuk curah cair komoditi yang ditangani adalah crude palm oil (CPO) dan turunannya, dan untuk unitized dan hewan komoditi yang ditangani adalah alat berat, mobil, motor dan hewan sapi.

PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok memiliki fasilitas panjang dermaga untuk Wilayah 1 yaitu 1.639 meter dengan kedalaman maksimal -7 MLWS dan Wilayah 2 yaitu 1.675 meter dengan kedalaman maksimal - 12 MLWS.

Selain itu PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok memiliki luas lapangan penumpukan sebesar 158.342 M² dan Gudang penumpukan sebesar 26.191 M².

Untuk menunjang keberlangsungan kegiatan Bongkar Muat, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok juga memiliki fasilitas peralatan yang tersedia diantaranya 11 unit GLC, 8 unit hopper, 8 unit grab, 1 unit forklift 7 ton, dan 9 unit jembatan timbang.

Baca juga: PT TPS dorong ketangguhan industri logistik dan kepelabuhan nasional

Baca juga: PTP Nonpetikemas optimalkan seluruh pelabuhan dukung logistik nasional

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |