Kelurahan Tanah Tinggi gencarkan sosialisasi pilah sampah ke warga

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah dari sumbernya kepada warga RT 15/RW 08 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Lurah Tanah Tinggi, Heru Tri Prasetyo mengatakan sosialisasi dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah bersama pengurus RT, RW, dan kelompok pemuda setempat agar warga terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

"Sosialisasi digencarkan untuk mengubah pola pikir warga. Alhamdulillah, sekitar 50 hingga 60 persen rumah warga padat penduduk di RT 15/RW 08 secara mandiri sudah memilah sampah," kata Heru di Jakarta, Rabu.

Tak hanya itu, di lingkungannya juga telah membentuk bank sampah untuk menampung botol plastik bekas air minum dari warga maupun penghuni rumah kos.

Adapun sampah organik berupa sisa makanan dikumpulkan untuk diolah menjadi pakan maggot serta pupuk kompos cair dan padat.

Menurut Heru, pihaknya bersama Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Johar Baru juga memasang stiker pada rumah warga yang telah melakukan pemilahan sampah sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong partisipasi warga lainnya.

Selain itu, pengurus RT secara rutin memeriksa tong sampah pilah di setiap rumah untuk memastikan sampah organik dan anorganik tidak tercampur.

Baca juga: Pemkot Jakpus imbau warga Harapan Mulia pilah sampah dari rumah

"Kami sudah menetapkan penerapan pilah sampah warga RT 15/RW 08 sebagai pilot project untuk ditularkan ke RW lain, karena semua pihak termasuk warga terlibat aktif," ujar Heru.

Sementara itu, Ketua RT 15/RW 08 Farid Pahlevi mengatakan pihaknya menyediakan tong sampah dari kaleng cat bekas yang ditempatkan di sejumlah gang untuk menampung sampah organik.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan wadah penampungan khusus untuk mengumpulkan botol plastik bekas, terutama dari penghuni rumah kos.

"Kami juga rutin mengimbau penghuni rumah kos dan warga membawa sampah botol air mineral bekas untuk dibuang di wadah penampungan yang sudah tersedia. Sementara sisa makanan dapat dibuang di beberapa tong sampah," kata Farid.

Hasil penjualan botol plastik bekas setiap pekan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Menurut dia, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah diyakini akan terus meningkat seiring perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah di lingkungan.

Program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menggalakkan pemilahan sampah melalui Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Program itu ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah melalui daur ulang dan pengolahan sampah organik.

Baca juga: Partisipasi warga Jakpus dalam gerakan pilah sampah terus meningkat

Baca juga: Pemkot Jakpus ajak warga kembali pilah sampah dari sumbernya

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |