Trump pertimbangkan mengurangi secara bertahap serangan ke Iran

2 hours ago 1

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (20/3) mengatakan sedang mempertimbangkan untuk "mengurangi secara bertahap" serangan militer AS terhadap Iran.

"Kami sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kami seiring kami mempertimbangkan untuk mengurangi secara bertahap upaya besar Militer kami di Timur Tengah," ujar Trump di Truth Social tentang Iran.

Tujuan yang diuraikan Trump mencakup melemahkan kemampuan rudal Iran, menghancurkan basis industri pertahanannya, melumpuhkan angkatan laut dan angkatan udaranya, mencegahnya mendekati kemampuan nuklir, serta melindungi para sekutu AS di seluruh kawasan itu.

Pada Jumat sore yang sama, Trump juga mengatakan dia tidak menginginkan gencatan senjata dengan Iran.

"Kita bisa berdialog, tetapi Anda tahu, saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar sedang melumpuhkan pihak lawan," kata Trump kepada wartawan sebelum bertolak dari Gedung Putih menuju Florida.

Dia mengatakan dari sudut pandang militer, Iran sudah tamat karena tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara. Dia juga menilai negara itu tidak memiliki perlengkapan, pengintai, sistem pertahanan antipesawat dan radar.

"Dan para pemimpin mereka di semua tingkatan telah tewas," kata Trump.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat di platform X, mempertanyakan klaim berulang Gedung Putih bahwa pertahanan udara dan Angkatan Laut Iran telah dihancurkan.

"Pemerintah AS mengatakan satu hal, kenyataan mengatakan hal lain," kata Araghchi.

Trump juga mengatakan di Truth Social bahwa Selat Hormuz, yang merupakan jalur laut krusial bagi energi global, seharusnya diamankan oleh negara-negara yang bergantung pada selat itu, dan Washington akan membantu jika diminta.

"Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi, jika diperlukan, oleh Negara-Negara lain yang menggunakannya -- AS tidak! Jika diminta, kami akan membantu Negara-Negara tersebut dalam upaya mereka di Hormuz, tetapi hal itu seharusnya tidak diperlukan setelah ancaman Iran diberantas," kata Trump.

Sebelumnya, Trump mengecam sekutu-sekutu NATO sebagai "pengecut" karena keengganan mereka untuk membantu pengawalan.

"Tanpa AS, NATO HANYALAH HARIMAU KERTAS!" kata Trump dalam unggahan sebelumnya di Truth Social.

Diplomat tertinggi Uni Eropa Kaja Kallas, pada Senin (16/3), mengatakan bahwa Eropa tidak memiliki kepentingan dalam perang yang berkepanjangan tanpa akhir, menyikapi perang AS-Israel dengan Iran.

"Ini bukan perang Eropa, tetapi kepentingan Eropa secara langsung sedang dipertaruhkan," kata Kallas.

AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengganggu pelayaran global, menyebabkan harga minyak melonjak, dan mengguncang perekonomian dunia.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |