Keluarga ingin pelaku pembunuhan dan mutilasi dihukum berat

1 week ago 10
Keluarga juga tidak menyangka hal yang buruk terjadi pada saudaranya tersebut yang menjadi korban pembunuhan. Sebelumnya, keluarga tidak merasakan ada masalah

Jombang (ANTARA) - Keluarga korban pembunuhan dan mutilasi yang tubuhnya ditemukan pematang air sawah Dusun Mireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, ingin agar pelaku dihukum berat.

Korban diketahui bernama Agus Soleh (37), warga Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Identitasnya terungkap setelah polisi melakukan tes DNA pada keluarga.

Baca juga: Polisi: Pisau kecil memungkinkan dipakai memutilasi wanita dalam koper

"Kami ingin pelaku dihukum setimpal. Kami sekeluarga kecewa sampai segitunya (pelaku membunuh dan memutilasi korban)," kata kakak korban, Yusuf Dedi di Jombang, Kamis.

Ia menjelaskan, bertemu dengan adiknya itu terakhir setelah pulang dari tempatnya bekerja di Mojokerto, Sabtu (8/2). Ia pun tak tahu jam berapa adiknya itu pulang.

Namun, sang ibu menceritakan jika adiknya itu berpamitan keluar tanpa memberitahukan tujuannya kemana.

"Kata ibu pamit lagi keluar, tidak tahu pamitnya kemana. Setelah itu tidak kembali sampai sekarang," kata dia.

Ia mengatakan, almarhum adalah sosok yang pendiam dan tertutup. Ia jarang berbicara di rumah dan bicara hanya seperlunya saja.

Keluarga, kata dia, juga tidak menyangka hal yang buruk terjadi pada saudaranya tersebut yang menjadi korban pembunuhan. Sebelumnya, keluarga tidak merasakan ada masalah.

Ia juga menambahkan, polisi telah menangkap satu orang terduga pelaku pembunuhan saudaranya itu yang informasinya adalah rekan adiknya. Namun, ia tidak terlalu mengenal yang bersangkutan.

Sementara itu, jenazah Agus Soleh juga sudah diserahkan pada keluarga. Jenazah juga langsung dimakamkan setelah dishalatkan. Pentakziah pun juga berdatangan ke rumah duka, ikut berbela sungkawa.

Baca juga: Polisi sebut tersangka mutilasi wanita dalam koper seorang psikopat narsistik

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra mengemukakan pihaknya terus berupaya untuk mengungkap kasus tersebut dengan mendalami petunjuk serta hasil identifikasi. Polisi juga mendatangi semua yang diduga korban untuk dilakukan penyelidikan.

"Sudah kami cek kurang lebih 3-4 orang. Semua petunjuk sudah kami identifikasi, sudah kami datangi. Saat ini semua yang kami datangi masih hidup, sehingga masih identifikasi kembali," kata dia.

Pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail karena masih pendalaman dan pengembangan termasuk soal penangkapan terduga pelaku.

Kasus tersebut berawal dari temuan mayat tanpa kepala di pematang air sawah Dusun Mireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Rabu (12/2).

Korban ditemukan tanpa kepala dan tanpa baju. Kulit korban juga sudah agak kering, namun belum terlalu mengeluarkan bau menyengat.

Beberapa kemudian, warga juga digemparkan dengan temuan potongan kepala di tepi Sungai Konto, Dusun Kedung Lempuk, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Petugas juga membawa temuan potongan kepala tersebut untuk dilakukan autopsi, dan hasilnya bahwa potongan kepala itu satu rangkaian dengan tubuh yang ditemukan tanpa kepala.

Baca juga: MenPPPA akan bahas pencegahan femisida dengan berbagai pihak

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |