RSUD Margono Purwokerto luncurkan Margono Innovation Hub

5 hours ago 2

Purwokerto (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto meluncurkan Margono Innovation Hub sebagai wadah berbagai inovasi yang dikembangkan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu, untuk memudahkan pelayanan kepada pelanggan.

"Rumah sakit kita itu adalah mempunyai inovasi tanpa henti solusi untuk masa depan, sehingga inovasi yang ada di rumah sakit ini bisa terwadahi dalam satu kendali, jadi tidak pecah belah untuk kemajuan rumah sakit tercinta, sehingga memudahkan pelayanan pelanggan, baik untuk pelanggan internal maupun eksternal," kata Direktur RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto Dr dr Harsini SpP MMR di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Dengan demikian, kata dia, pelanggan menjadi bertambah loyal kepada rumah sakit dan pelayanan lebih mudah terjangkau sampai daerah-daerah, sehingga pelanggan dapat terlayani dengan baik dan menuju sehat dengan mudah tanpa harus hadir ke RSUD Prof Dr Margono Soekarjo.

Dia mengatakan Margono Innovation Hub untuk mewadahi inovasi seluruh bagian di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo.

"Kita mempunyai 165 bagian, ada grup dokter, ada grup instalasi, ada grup pelayanan, penunjangnya ada. Jadi 165 itu terwadahi, sehingga inovasi ini tidak sendiri-sendiri, tetapi menjadi inovasi Margono yang diharapkan dalam satu genggaman," katanya usai peluncuran Margono Innovation Hub di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo.

Dia menjelaskan pasien dapat mengakses inovasi-inovasi tersebut melalui ponsel untuk pendaftaran pelayanan dan melihat berbagai pelaporan maupun informasi lainnya.

Dia mengharapkan, dengan adanya Margono Innovation Hub, seluruh bagian di rumah sakit tipe A itu terpacu membuat dan mengembangkan inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

"Kami mendorong seluruh bagian untuk berinovasi supaya civitas hospitalia itu punya ide untuk mengembangkan di mana dia duduk bekerja itu memberikan pelayanan yang terbaik," katanya.

Selain Margono Innovation Hub, pihaknya juga meluncurkan MedTrack yang merupakan suatu inovasi untuk membantu restriksi dalam menyederhanakan pemakaian obat formularium di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo.

"Restriksi mempermudah untuk pemilihan, sehingga obat ini akan lebih efisiensi, tidak banyak. Jadi dokter yang satu ngasih apa, dokter satunya ngasih apa, itu terpadu, sehingga tidak ada dobel maupun terapinya yang kebanyakan," katanya.

Harsini mengatakan inovasi MedTrack akan membuat obat yang diterima oleh pasien lebih sederhana atau tidak ada yang dobel dan prosesnya cepat karena dokter yang satu bisa melayani terapi dari dokter sebelumnya.

Dalam siaran pers RSUD Prof Dr Margono Soekarjo terkait inovasi MedTrack, disebutkan penggunaan obat yang tepat dan aman merupakan hal krusial dalam praktik klinis dan meningkatkan keselamatan pasien. Namun, proses pengambilan keputusan secara elektronik restriksi obat belum banyak dikembangkan di Indonesia.

RSUD Prof Dr Margono Soekarjo mengembangkan Decission Support System (DSS) dalam implementasi Rekam Medik Elektronik (RME) dalam proses pemesanan resep elektronik menggunakan pengingat otomatis restriksi obat sesuai dengan Formularium Nasional (Fornas).

Tujuan utama dari inovasi MedTrack untuk mendukung keputusan klinis berdasarkan Formularium Nasional meskipun sebenarnya inovasi tersebut telah diimplementasikan pada tahun 2020 dan sampai saat ini telah mengalami pembaruan fitur aplikasi sesuai dengan regulasi terbaru untuk memastikan aplikasi selalu mematuhi regulasi terbaru terkait kesehatan dan obat-obatan.

Baca juga: RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto canangkan Hospital University

Baca juga: Dokter: Penderita TBC harus disiplin minum obat secara teratur

Pewarta: Sumarwoto
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |