Pengamat: Pemerintah perlu atur UMKM yang berjualan saat ramadan

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Ekonomi Syariah Adiwarman Karim mengatakan pemerintah perlu melakukan pembinaan dan pengaturan agar UMKM yang menjamur banyak di bulan Ramadhan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas.

“Memang ini harus diatur supaya tidak menimbulkan masalah baru lagi yaitu dikuasainya jalanan-jalanan oleh para pedagang UMKM sehingga menyebabkan jalanan malah jadi tambah macet dan menghambat orang untuk mencapai rumah ataupun mencapai masjid tempat mereka melakukan tarawih,” kata Adiwarman kepada ANTARA, Jumat.

Ia mengatakan pedagang penganan berbuka puasa di beberapa tempat seringkali menyebabkan kemacetan bahkan menghambat orang berjalan karena memakai badan jalan untuk menjajaki dagangannya.

Baca juga: Mendongkrak UMKM melalui festival kuliner

Hal ini perlu ada pembinaan dan peraturan yang baik dari pemerintah, agar penjual bisa berjualan tanpa harus menggunakan bahu jalan atau menghambat lalu lintas, dan orang-orang yang membeli juga bisa berbelanja di tempat yang lebih aman.​​​​​​​

Adiwarman juga mengatakan munculnya pedagang-pedagang kecil yang menjual makanan berbuka puasa juga karena adanya pola membeli dari konsumen yang memang mencari makanan untuk berbuka puasa terutama yang sedang dalam perjalanan. Mereka akan membeli makanan apa saja yang ditemukan di jalan sehingga banyak muncul pedagang dadakan yang hanya berjualan saat Ramadhan.

Ia menyarankan jika ada suatu pengelolaan sentra makanan yang menyajikan penganan berbuka puasa akan lebih baik untuk mengumpulkan para pedagang dan dan memudahkan pembeli mencari makanan yang diinginkan di satu tempat.

“Jadi memang bisa dibuat juga ada selama Ramadan, tentu dengan perizinan yang lengkap supaya enggak menimbulkan kekacauan, mungkin kalau buat tempat-tempat sentra makanan yang sifatnya temporer untuk selama bulan Ramadhan aja bagus juga, supaya orang-orang memudahkan lagi membeli makanannya sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” katanya.​​​​​​​

Adiwarman mengatakan momen selama Ramadhan adalah waktu yang baik untuk para UMKM meningkatkan peluang ekonomi dari menjajaki dagangannya, baik di jalan-jalan, masjid ataupun di sentra makanan. Selain makanan, para pelaku UMKM juga memiliki peluang untuk berjualan pernak pernik yang lain seperti perlengkapan salat, hingga perkakas rumah tangga yang bisa di jual di tempat banyak orang berkumpul.

Dengan memahami pola pembeli yang berkumpul di satu sentra makanan untuk berbuka puasa dan yang mencari penganan berbuka saat di jalan menuju pulang, bisa menjadi pedoman UMKM mendapatkan penghasilan tambahan selama Ramadhan.

“Jadi dengan dua pola pembelian dari konsumen ini akan meningkatkan peluang bagi UMKM berjualan makanan, selain makanan yang juga meningkat adalah keperluan lainnya yang memang menjadi tradisi di Indonesia misalnya kita belanja sarung, kita menjual mukena, sajadah kecil dan pernak-pernik lain untuk saling berkirim hadiah di waktu lebaran ini, juga merupakan peluang dari UMKM,” kata Adiwarman.

Baca juga: Dispar Sleman gandeng pelaku UMKM gelar Pasar Takjil Kaliurang #3

Baca juga: Cara pilih bahan baku berkualitas untuk bisnis kuliner ala Chef Rahmat

Baca juga: Mai Hang Food dinilai ajang promosi kuliner lokal Labuan Bajo

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |