Jakarta (ANTARA) - Kebakaran melanda empat kontrakan di kawasan permukiman di Jalan Cipinang Muara Pembinaan 1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim).
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid menyebutkan kebakaran itu menghanguskan sebanyak empat unit kontrakan dan menyebabkan delapan warga dari empat kepala keluarga terdampak.
"Objek yang terbakar berupa bangunan rumah tinggal yang di dalamnya terdapat empat unit kontrakan. Seluruhnya terdampak kebakaran," kata Abdul saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Kebakaran itu dilaporkan ke layanan darurat 112 pada pukul 10.31 WIB. Titik kejadian berada di sekitar Banjir Kanal Timur (BKT) Cipinang, dekat kawasan Basura.
Abdul mengatakan api diduga berasal dari korsleting listrik. Pemilik bangunan pertama kali melihat asap yang muncul dari salah satu bagian rumah, sementara warga sekitar melihat api dengan cepat membesar dan menjalar ke unit kontrakan lainnya.
"Diduga korsleting listrik. Kronologinya, pemilik melihat asap sudah menyala, dan warga melihat api sudah membesar," ucap Abdul.
Personel Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam sebagai pengerahan awal, kemudian menambah armada hingga total 12 unit dengan kekuatan 60 personel.
"Sebanyak 12 unit dengan 60 personel dikerahkan untuk memadamkan api," ujar Abdul.
Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 10.37 WIB, dan dapat melokalisir api dalam waktu kurang dari 20 menit.
"Api berhasil dilokalisir pada pukul 10.54 WIB, dan proses pendinginan selesai sekitar pukul 11.15 WIB," ungkap Abdul.
Baca juga: Gulkarmat dan TNI/Polri perkuat sinergi mitigasi kebakaran lewat APAR
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran ini berdampak signifikan bagi para penghuni kontrakan yang harus menyelamatkan diri dan kehilangan tempat tinggal sementara.
Sebanyak delapan jiwa dari empat kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat kerusakan bangunan kontrakan tersebut.
Sampai dengan saat ini, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerugian materi yang ditimbulkan akibat kebakaran itu.
Kondisi bangunan kontrakan diketahui mengalami kerusakan berat sehingga belum dapat ditempati kembali.
Abdul mengimbau warga, khususnya penghuni rumah kontrakan dan kos, agar lebih waspada terhadap instalasi listrik yang tidak sesuai standar.
"Kebakaran di kawasan padat penduduk umumnya dipicu korsleting listrik. Kami mengingatkan agar instalasi diperiksa secara berkala," tutur Abdul.
Pemadaman berlangsung aman dan kondusif dengan dukungan warga sekitar yang turut membantu membuka akses jalan bagi armada pemadam kebakaran.
Baca juga: Pemkot Jaktim soroti pentingnya sosialisasi penggunaan APAR ke warga
Baca juga: Pemkot Jaktim dorong mitigasi kebakaran lewat GEMPAR di Cakung
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































