Jenewa (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Italia memanggil duta besar Israel, Rabu (8/4), setelah insiden di Lebanon yang mengakibatkan kendaraan Italia untuk penjaga perdamaian Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) rusak akibat tembakan peringatan dari Israel.
Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, dalam sebuah unggahan di platform X, mengatakan bahwa dia baru saja menginstruksikan duta besar Israel untuk Italia untuk dipanggil ke Kemlu Italia guna mengklarifikasi apa yang terjadi di Lebanon.
Tajani juga menekankan bahwa militer Italia tetap tidak akan "tersentuh".
Langkah itu diambil setelah Menlu Tajani mengatakan kepada parlemen Italia bahwa konvoi pasukan UNIFIL Italia terkena tembakan selama terjadinya peningkatan ketegangan.
Baca juga: Italia siap tarik tentaranya di UNIFIL di tengah konflik Lebanon
"Tembakan peringatan Israel merusak salah satu kendaraan kami. Untungnya, tidak ada korban luka yang dilaporkan, tetapi konvoi itu (UNIFIL Italia) harus kembali," kata Tajani seperti dilaporkan Kantor Berita ANSA.
Semula, kata Tajani, konvoi tersebut membawa personel ke Beirut untuk repatriasi.
Dia juga memperingatkan tentang intensifikasi operasi Israel, dengan mengatakan bahwa telah terjadi pemboman Israel terdahsyat sejak dimulainya kembali perang dan 150 pesawat dilaporkan terlibat di seluruh Lebanon.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Italia desak perkuat pasukan UNIFIL di tengah serangan gencar Israel
Baca juga: Negara-negara UE di UNIFIL sepakat beri tekanan "penuh" pada Israel
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































