Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) siap untuk terjun ke medan tempur jika Amerika Serikat, Israel, atau sekutu mereka kembali melakukan agresi terhadap Iran, demikian bunyi pernyataan IRGC pada Jumat.
"Jika musuh yang licik kembali berupaya memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak-hak rakyat Iran, para pejuang Korps Garda Revolusi Islam—baik di darat, laut, maupun udara, serta di seluruh ranah peperangan hibrida—dengan berbekal pengalaman dari berbagai pertempuran dan siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang berani dan bijaksana," demikian kutipan pernyataan tersebut oleh kantor berita IRNA.
Selain itu, IRGC juga menyatakan sudah siap untuk menimpakan kekalahan bersejarah yang jauh lebih telak dibandingkan sebelumnya.
Sebagaimana diwartakan, pada malam menjelang 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani dokumen secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Memorandum tersebut juga memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir mengenai isu nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Selain itu, dokumen ini menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade lautnya, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui kawasan perairan Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: China kembali desak Iran dan AS hentikan pertempuran
Baca juga: IRGC: Kapal dekati Selat Hormuz dianggap kolaborasi dengan musuh
Baca juga: IRGC klaim serang Armada ke-5 AS di Bahrain
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































