Iran-AS fokus rundingkan Selat Hormuz, sanksi, nuklir dan konflik

2 weeks ago 7

Moskow (ANTARA) - Perundingan Iran-Amerika Serikat (AS) di Islamabad berfokus pada persoalan Selat Hormuz, isu nuklir, perbaikan akibat perang, pencabutan sanksi, dan pengakhiran konflik di kawasan secara tuntas, lapor Reuters mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.

Menurut kantor berita tersebut, Baghaei mengatakan keberhasilan pembicaraan di Islamabad bergantung pada keseriusan niat AS, penolakan terhadap "maksimalisme," dan pengakuan atas hak-hak Iran.

Selain itu, delegasi Pakistan mengusulkan patroli bersama di Selat Hormuz kepada AS dan Iran, lapor Al Jazeera mengutip sumber diplomatik di pemerintahan Pakistan.

Usulan tersebut menyebutkan mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz yang termasuk patroli bersama kedua pihak.

Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Delegasi tersebut juga mencakup Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, dengan turut melibatkan utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Presiden AS, Jared Kushner.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Perundingan Iran dengan AS akan diperpanjang sehari

Baca juga: Eks dubes Inggris: Israel akan ganggu gencatan senjata AS-Iran

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |