Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyebut akan berkoordinasi dengan kepolisian menyusul wilayahnya terdapat pemain judi daring (online) terbanyak, yakni sebanyak 89.320 orang atau peringkat kedua di Indonesia setelah Kabupaten Bogor.
"Nanti isu ini kita akan bawa ya kepada pihak kepolisian tentunya. Nanti kita akan diskusi dengan Pak Kapolres untuk melanjutkan, apa, melakukan langkah-langkah selanjutnya," kata Iin kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Iin, data yang dipublikasikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu mesti dilihat sebagai alarm bagi masyarakat.
"Prinsipnya, ketika ini ada informasi, ya secara kebenaran informasi itu kan kita juga perlu kejelasan data. Tapi setidaknya menjadi warning buat kita semua untuk prepare atau aware. Aware ini bukan hanya bicara dari sisi kaitan dengan penegakan hukumnya, tetapi mitigasinya perlu dilakukan oleh semua," tuturnya.
Iin pun menekankan peran keluarga sebagai sistem sosial terkecil dalam pencegahan judi online.
"Setidaknya, saya berharap dari pihak Keluarga. Orang tua juga harus memastikan bahwa anak-anaknya, keluarganya, semua dalam keadaan baik, artinya mengikuti ketentuan. Ketika memang ini ada hal-hal perilaku yang tidak tepat, ya orang tua punya kewajiban untuk mengingatkan sebagai teladan," tutur Iin.
Baca juga: Ini peran 320 WNA dalam kasus judi online di Hayam Wuruk Jakarta
Dilansir dari akun resmi PPATK di media sosial Instagram @ppatk_indonesia, kawasan Jabodetabek ditetapkan sebagai zona merah aktivitas judi online tingkat nasional.
Berdasarkan sebaran wilayah, Jakarta Barat menduduki peringkat kedua dengan jumlah pemain mencapai 89.320 orang dan total akumulasi deposit sebesar Rp600,6 miliar.
Terdapat tiga wilayah di Jabodetabek dengan jumlah pemain judol terbanyak, yakni:
1. Kabupaten Bogor: 103.092 pemain dengan deposit Rp414,4 miliar
2. Jakarta Barat: 89.320 pemain dengan deposit Rp600,6 miliar
3. Jakarta Timur: 81.750 pemain dengan deposit Rp425,9 miliar.
"Dari 10 wilayah dengan pemain terbanyak, empat berasal dari DKI Jakarta, empat berasal dari Jawa Barat, dua berasal dari Banten. Membentuk klaster Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judi online nasional," demikian tertulis pada keterangan akun tersebut.
PPATK memetakan kecamatan mana saja dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Jabodetabek, dengan Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat memuncaki peringkat tersebut.
Berikut adalah daftar lima kecamatan teratas dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Jabodetabek, yakni Cengkareng sebanyak 21.497 pemain, Cakung sebanyak 14.664 pemain, Tanjung Priok sebanyak 13.769 pemain, Kebayoran Lama sebanyak 9.948 pemain, dan Bekasi Utara sebanyak 7.793 pemain.
Baca juga: Sopir di Jakbar pakai uang majikan sebesar Rp600 juta untuk judol
Baca juga: Pramono akan tertibkan penerima bansos pelaku "judol"
Baca juga: Pemprov DKI gandeng PPATK evaluasi penerima bansos yang terlibat judol
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































