Jakarta (ANTARA) - Indonesia akan mengadakan pertemuan "2 plus 2" dengan Turki sebagai lanjutan dari High Level Strategic Cooperation Council antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
"Pokok-pokok pembahasan pertemuan 2 plus 2 nantinya ini merupakan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan juga energi," kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Yvonne mengatakan selain dengan Turki, Indonesia hanya memiliki mekanisme 2 plus 2 di tingkat Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Pertahanan (Menhan) dengan beberapa negara yaitu Australia, Jepang, China, dan Prancis.
"Pada pertemuan dengan Presiden Turki juga dijadwalkan Pak Menlu akan menyampaikan undangan Presiden Prabowo kepada Presiden Turki untuk menghadiri KTT D8 yang akan dilakukan pada April tahun ini", ungkap Yvonne.
Menurut Yvonne, Indonesia dan Turki juga membahas isu-isu seperti kerja sama industri pertahanan dan isu regional lainnya yang mencakup Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik.
Kedua negara juga membahas pengembangan kerja sama multilateral antara kedua negara melalui forum seperti G20, ASEAN, BRICS, serta membahas isu Palestina dan ISF, kata Yvonne.
Indonesia dan Turki mengadakan pertemuan 2 plus 2 antara Menlu dan Menhan di Ankara, Turki, pada 9-10 Januari 2026.
Terkait Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8, Indonesia sebagai ketua D-8 periode 2026 akan mengadakan KTT D-8 pada 15 April 2026.
Baca juga: Dubes: Hampir 500 tahun, hubungan rakyat Turki dan Indonesia terjalin
Baca juga: Dubes: Turki turut rasakan penderitaan korban bencana di Sumatera
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































