Indonesia dukung aspirasi Slovakia bergabung dengan TAC

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa Indonesia mendukung aspirasi Slovakia untuk bergabung dengan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation/TAC).

Hal itu disampaikan oleh Sugiono dalam pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanar di Jakarta, Selasa.

Menurut Sugiono, Indonesia dan Slovakia memiliki nilai, latar belakang dan prinsip, serta aspirasi yang sama terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran rakyat, menegaskan kedua negara perlu mendukung perdamaian dan stabilitas, salah satunya dengan bergabung TAC tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menlu Slovakia Juraj Blanar menilai bahwa “senjata” terkuat Indonesia dan Slovakia adalah hukum internasional.

“Saya datang ke Indonesia untuk memperkuat kerja sama bilateral, tidak hanya di bidang politik tetapi juga ekonomi, serta memperkuat kerja sama di kawasan ASEAN di mana Indonesia memainkan peran kunci,” kata Blanar, menambahkan Slovakia siap berkontribusi di kawasan ASEAN.

Dia juga menyatakan bahwa fokus kebijakan luar negeri Slovakia adalah kawasan Indo-Pasifik di mana Slovakia ingin berkontribusi dalam kawasan itu, serta menilai bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat penting di Indo-Pasifik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Amerop) Kemlu RI Grata Endah Werdaningtyas mengatakan bahwa Slovakia yang ingin bergabung dengan TAC merupakan langkah awal strategi Slovakia di kawasan Asia Tenggara.

Ia menambahkan bahwa Slovakia telah mengeluarkan konsep strategi mereka di Indo-Pasifik.

Grata juga mengatakan bahwa Kemlu RI akan menyampaikan kepada mitra di ASEAN bahwa Indonesia mendukung aspirasi Slovakia untuk bergabung dengan TAC.

“Dengan segala ketidakpastian global ini menunjukkan bahwa kawasan kita (ASEAN) menjadi kawasan yang diminati oleh negara-negara Eropa untuk membangun kerja sama ekonomi,” ujar Grata.

Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (TAC) merupakan landasan ASEAN yang ditandatangani pada 1976 untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan melalui penghormatan kedaulatan, prinsip non-intervensi, serta penyelesaian sengketa secara damai sebagai pedoman utama negara-negara.

Baca juga: Indonesia, Slovakia tingkatkan hubungan jadi kemitraan strategis

Baca juga: Indonesia dan Slovakia ingin wujudkan tata kelola AI inklusif

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |