Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons kekhawatiran penambang soal pemangkasan produksi batu bara hingga 70 persen yang disebut berisiko menyebabkan terjadinya pemutusan hak kerja (PHK).
“Ini menjadi concern Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) dan juga sedang dikerjakan,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di sela-sela acara “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi” yang digelar di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI-ICMA) ihwal pemangkasan produksi batu bara yang 40–70 persen lebih rendah daripada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang diajukan pengusaha batu bara.
Yuliot memastikan Kementerian ESDM masih memproses persetujuan RKAB 2026 untuk batu bara. Ia pun belum bisa mengungkapkan lebih jauh ihwal berapa besar pemangkasan produksi batu bara yang disetujui oleh Kementerian ESDM.
Yang jelas, lanjutnya, pemangkasan produksi batu bara tersebut bertujuan untuk memberi keseimbangan antara pasokan batu bara dengan permintaan batu bara di pasar global.
“Ya, (untuk) keseimbangan,” kata Yuliot.
Pada awal 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kementeriannya akan memangkas produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026, turun nyaris 200 ton dibandingkan produksi batu bara pada 2025 sebesar 790 juta ton.
Langkah-langkah pemangkasan produksi tersebut bertujuan untuk menjaga harga komoditas di level global. Saat ini, batu bara yang diperdagangkan secara global mencapai 1,3 miliar ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, Indonesia berkontribusi sekitar 514 juta ton. Tingginya batu bara yang diperdagangkan secara global berdampak kepada jatuhnya harga komoditas, yang tercermin dari harga batu bara acuan.
Harga batu bara acuan (HBA) pada periode I Februari 2026 tercatat sebesar 106,11 dolar AS per ton, lebih rendah apabila dibandingkan dengan HBA pada Februari 2025 sebesar 124,24 dolar AS per ton.
Tingginya porsi batu bara Indonesia dalam perdagangan global menyebabkan Kementerian ESDM yakin pemangkasan produksi dapat mendongkrak harga komoditas.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































