Makassar (ANTARA) - Penyidik kepolisian memeriksa empat orang saksi atas insiden KM Risnawati Indah meledak hingga melukai sejumlah anak buah kapal (ABK) nya di area tanggul saat hendak berlabuh di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Saat ini ada empat orang saksi (diambil keterangan). Satu orang dari ABK kapal tersebut, dan tiga orang lainnya adalah ABK yang berada di kapal tepat di samping kapal yang meledak tersebut," ujar Kapolsek Kawasan Paotere, Iptu Ibnu Chaerul, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa.
Menurut dia, keterangan saksi yang dikumpulkan sementara ini, kejadian tersebut sangat cepat. Kapal tersebut meledak sekitar pukul 04.30 WITA dini hari tadi diduga karenA percikan api di mesin saat dinyalakan.
"Sesuai dengan keterangan saksi atau ABK yang kami mintai keterangan, bahwa ledakan diduga pemicunya itu berawal dari mesin genset atau mesin engkol.
Mesin engkol itu mereka nyalakan, kemudian terjadi ledakan," tuturnya.
Kendati demikian, hal tersebut masih dugaan awal dan sejauh ini tim di lapangan masih melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan-keterangan dari saksi-saksi lain yang melihat kejadian itu.
Soal penyebab kejadian, tim masih melakukan penyelidikan. Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim identifikasi Polrestabes Makassar serta diturunkan Bidang Labfor Polda Sulsel untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Dugaan awalnya seperti itu, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami harap rekan-rekan bisa bersabar untuk hasil penyelidikannya seperti apa nanti," katanya menjelaskan.
Sedangkan jumlah korban dampak ledakan kapal naas itu, ABK kapal ada sembilan orang dan satu orang adalah warga setempat yang memang sebagai pembeli ikan dari kapal tersebut.
"Jadi, ada sembilan ABK-nya yang sementara dalam perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut, dan satu orang sementara kami ambil keterangannya di Mapolsek," paparnya menyebutkan.
Data korban terluka masing-masing, Daeng Ewa (juragan) terluka, Daeng lantik mengalami patah kaki kiri, Aldi luka pada bagian wajah, Daeng Ngitung alami luka pada wajah, Rahmat (buruh angkut) alami luka pada kaki kiri.
Selanjutnya, Daeng Rani mengalami luka pada bagian wajah dan pergelangan tangan kanan, Putra alami luka bakar pada bagian punggung, Daeng Tangga alami luka pada lengan kiri dan kaki kanan. Sedangkan Sija alias Baygong dan Sampara Jarung Daeng Tujuh tidak mengalami luka.
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































