Imbalan atas pengakuan Israel, Somaliland akan tampung warga Palestina

3 hours ago 3

Istanbul (ANTARA) - Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan wilayah Somaliland yang memisahkan diri telah menyetujui relokasi warga Palestina dan bersedia menjadi lokasi pangkalan militer Israel sebagai imbalan atas pengakuan dari Tel Aviv, dengan mengutip laporan intelijen.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland disebut Mohamud sebagai langkah yang sangat tidak terduga dan aneh. Dalam wawancara eksklusif dengan jaringan berita Qatar Al Jazeera, ia mengatakan pengakuan tersebut muncul secara tiba-tiba, menjadikan Israel sebagai negara pertama sejak 1991 yang mengakui wilayah itu sebagai negara merdeka.

Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu beroperasi sebagai wilayah yang secara de facto mengatur diri sendiri tanpa pengakuan internasional. Pemerintah pusat di Mogadishu dinilai gagal kembali menguasai wilayah tersebut.

Pemerintah Somalia menolak klaim kemerdekaan Somaliland, menganggapnya sebagai bagian dari wilayah Somalia, dan memandang setiap keterlibatan langsung dengan wilayah itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.

“Kami telah berupaya menyatukan kembali negara ini secara damai,” ujar Mohamud.

Ia juga mengatakan Somaliland telah menerima untuk bergabung dalam Kesepakatan Abraham (Abraham Accords), yang ditandatangani pada 2020 antara Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko untuk menormalisasi hubungan.

Menurut Mohamud, Israel berupaya menguasai jalur perairan strategis seperti Laut Merah, Teluk, dan Teluk Aden. Ia menambahkan bahwa pengakuan terhadap Somaliland pada dasarnya hanya melegitimasi keberadaan terselubung Israel yang sudah ada di wilayah tersebut, sebagaimana tercantum dalam laporan intelijen.

Mohamud menegaskan Israel tidak hadir di kawasan itu demi perdamaian dan berupaya memindahkan warga Palestina secara paksa ke Somalia.

Reaksi global terhadap pengakuan Israel atas Somaliland dilaporkan terus meningkat. Sejumlah negara mengecam langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Pada Senin, negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB menyampaikan keprihatinan dalam pertemuan darurat, dengan menyatakan bahwa langkah itu tampak bertujuan merelokasi warga Palestina dari Jalur Gaza.

Hampir seluruh anggota Dewan Keamanan PBB mengecam pengakuan Israel tersebut, sementara Amerika Serikat memilih tidak mengecam dan menyatakan bahwa posisinya terhadap wilayah yang memisahkan diri itu tidak berubah.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Indonesia tolak keras langkah Israel akui kedaulatan Somaliland

Baca juga: Liga Arab, Dewan Teluk tolak pengakuan Israel atas Somaliland

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |