IKA FK Unsri kawal kasus kematian dokter internship

4 hours ago 2

Palembang (ANTARA) - Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus meninggalnya seorang dokter yang tengah menjalani program internship.

Dokter tersebut dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, Jumat, setelah sebelumnya bertugas dalam program internship di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.

Ketua Umum IKA FK Unsri Achmad Junaidi saat diwawancarai di Palembang, Jumat, mengatakan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk ditindaklanjuti.

“Prosesnya sudah kami laporkan ke pusat. Nanti Kementerian Kesehatan yang akan melakukan investigasi, jadi kita tunggu hasilnya seperti apa,” ujarnya.

Ia menjelaskan langkah pelaporan tersebut merupakan hasil kesepakatan internal organisasi. Namun, seluruh temuan nantinya tetap akan dikonfirmasi melalui tim investigasi resmi dari Kemenkes.

Baca juga: Tiga dokter magang meninggal, Kemenkes evaluasi RS wahana & kebijakan

Terkait penyebab kematian, pihaknya belum dapat memastikan karena tidak terlibat langsung dalam penanganan medis dokter tersebut.

“Kalau penyebabnya silakan ditanyakan ke dokter yang merawat. Informasinya ada dugaan infeksi paru-paru, tetapi kami tidak tahu persis karena tidak menangani langsung,” katanya.

Selain itu, terkait adanya dugaan tindakan perundungan (bullying) di lingkungan rumah sakit, hal tersebut juga akan menjadi bagian dari investigasi Kemenkes.

“Adanya dugaan itu nanti biar diinvestigasi oleh Kemenkes,” ujarnya.

IKA FK Unsri berkomitmen untuk terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas, meskipun kewenangan penuh berada pada Kementerian Kesehatan sebagai penanggung jawab program internship.

Baca juga: Menkes: Polri usut dugaan kematian tak wajar Dokter Mawartih di Nabire

“Kami siap mengawal sampai selesai. Namun karena program ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, maka mereka yang akan melakukan investigasi dan menentukan hasil akhirnya,” kata Junaidi.

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |