IFP, Wamendikdasmen dorong guru manfaatkan platform Ruang Pendidikan

1 day ago 3
Tetap guru yang menjadi kunci. IFP ini adalah media pembelajarannya

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau implementasi program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) di SD Katolik Krida Dharma, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

Pada kunjungan tersebut Wamendikdasmen Fajar pun menegaskan kehadiran teknologi digital dalam pembelajaran tidak menggantikan peran guru, karena guru tetap menjadi aktor utama dalam proses pendidikan, sementara IFP berfungsi sebagai media pendukung pembelajaran.

“Tetap guru yang menjadi kunci. IFP ini adalah media pembelajarannya,” ujar Wamendikdasmen Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin.

Karena itu Wamendikdasmen itu mendorong para guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital.

Baca juga: Mendikdasmen: Pemerintah tambah papan interaktif untuk setiap sekolah

Rumah Pendidikan, lanjutnya, merupakan super-aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu pintu, mencakup konten video pembelajaran interaktif, artikel, laboratorium maya, gim edukasi, hingga latihan soal, yang dapat diakses oleh guru dan murid.

Salah satu guru SD Katolik Krida Dharma Anik Sulifah menyampaikan IFP menjadi media pembelajaran yang efektif, karena mampu mengakomodasi beragam kebutuhan belajar siswa.

“Misalnya melalui tayangan video, audio, ataupun gim edukatif lainnya, yang dapat disentuh secara langsung oleh siswa sehingga tercipta keaktifan dalam pembelajaran,” kata Anik.

Menurutnya, pemanfaatan IFP juga memberikan dampak positif bagi kompetensi guru, karena dapat mengembangkan ide-ide pembelajaran yang sebelumnya sulit diterapkan serta terdorong untuk terus mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.

Baca juga: Wamendikdasmen ajak perkuat literasi data dengan IFP dukung Asta Cita

Dari sisi siswa, ia menambahkan penggunaan IFP membuat mereka lebih aktif, kreatif, dan bersemangat mengikuti pembelajaran.

“Pada pembelajaran sebelumnya melalui proyektor, mereka belajar melalui membaca, mendengarkan, ataupun melihat. Sedangkan fitur IFP ini dapat dikendalikan dan disentuh layarnya, sehingga anak-anak bisa memiliki keterlibatan secara langsung dalam materi yang diberikan,” imbuhnya.

Melalui program digitalisasi pembelajaran dan penyediaan IFP di sekolah-sekolah, Kemendikdasmen berupaya untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pemanfaatan teknologi yang didukung oleh kompetensi guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Baca juga: Presiden penuhi salurkan IFP, Mendikdasmen: Tingkatkan capaian belajar

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |