HUT RI 81, Kawasan Industri di Kaltara serap belasan ribu tenaga kerja

5 days ago 5

Tanjung Selor, Kaltara (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang mengungkapkan rasa syukur di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, karena Kawasan Industri di Kaltara telah menyerap ribuan tenaga kerja.

“Ini merupakan suatu kebanggaan kita di Kaltara, karena kita tahu bahwa sampai saat ini sudah 11 ribu tenaga kerja yang bekerja di lokasi tersebut,” ujar Zainal diwawancara usai memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Senin.

Selain menyerap tenaga kerja di pabrik-pabrik, kawasan industri yang berada di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan tersebut, kata dia, keberadaan industri juga menggerakkan puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kita juga bersyukur bahwa kegiatan smelter di kawasan ekonomi khusus di KIPI (Kalimantan Industrial Park Indonesia) di wilayah Kabupaten Bulungan ini sudah melakukan kegiatan ekspor,” ungkapnya.

Dengan menggeliatnya kawasan industri yang ditarget mencapai 30.000 hektare tersebut, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus mempromosikan dan mengundang investor berinvestasi.

“Insya Allah kita akan mengundang lagi beberapa tenant-tenant untuk masuk melaksanakan pembangunan atau pun membuat program-program di kawasan industri tersebut, terutama pabrik-pabrik,” katanya.

Baca juga: Kaltara kembangkan proyek strategis kawasan industri hingga PLTA

Baca juga: Pemerintah siapkan KEK Industri Hilirisasi Terpadu Bulungan di Kaltara

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Hasriyani menyebutkan realisasi investasi di Kaltara pada semester I Tahun 2026 telah mencapai Rp14 triliun dari target yang diberikan oleh pemerintah pusat Rp30,55 triliun.

“Kita sudah mencapai Rp14 triliun dari target pusat di Rp30,55 triliun. Kalau target tahun sebelumnya dari pusat memang lebih tinggi dari tahun ini, yaitu Rp37 triliun,” ujarnya.

Dari nilai Rp14 triliun itu, sebut Hasriyani, dominan investasinya di Kawasan Industri Tanah Kuning – Mangkupadi. Di kawasan tersebut, peluang masih sangat terbuka bagi para investor untuk berinvestasi.

“Jadi kawasan PSN (Proyek Strategis Nasional) yang di Tanah Kuning – Mangkupadi itu sangat berpengaruh dengan realisasi investasi kita. Kita optimis hingga akhir tahun tercapai target investasi di tahun 2026,” katanya.

Baca juga: Menteri PPN: i-Sentra @Lamongan perkuat hilirisasi industri

Baca juga: Menko IPK minta konsolidasi BUMN bisa dukung kawasan industri

Baca juga: Anggota DPR ingatkan kewajiban "buffer zone" bagi kawasan industri

Pewarta: Agus Salam
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |