Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Instagram menampilkan video yang diklaim sebagai prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Unggahan tersebut menyatakan bahwa Ali Khamenei wafat akibat serangan militer terkoordinasi dari Amerika Serikat dan Israel.
Narasi dalam unggahan juga menyebutkan bahwa lautan manusia di Teheran menggotong jenazah Ali Khamenei menuju tempat peristirahatan terakhir.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Lautan manusia di Taheran menggotong Jenazah Ali Khamenei ke peristirahatan terakhir”
Namun, benarkah video tersebut menunjukkan ribuan orang di Teheran yang menggotong jenazah Ali Khamenei?
Unggahan video yang menarasikan ribuan orang di Teheran menggotong Jenazah Ali Khamenei. Faktanya, video tersebut merupakan peringatan wafatnya Imam Musa al-Kadzim yang diselenggarakan oleh komunitas Muslim Syiah di Baghdad, Irak, pada 6 Februari 2024. (Facebook)Penjelasan:
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan sumber resmi yang menyatakan bahwa video tersebut menunjukkan prosesi penghormatan atau pemakaman Ali Khamenei di Teheran.
Penelusuran lanjutan menunjukkan bahwa video serupa berasal dari sebuah unggahan di Facebook yang menyertakan keterangan tentang kerumunan umat beriman di ambang pintu suci Al-Kazimiyah.
Peristiwa dalam video tersebut sebenarnya merupakan peringatan wafatnya Imam Musa al-Kadzim yang diselenggarakan oleh komunitas Muslim Syiah di Baghdad, Irak, pada 6 Februari 2024.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta membawa peti mati tiruan sebagai simbol peringatan. Kegiatan itu bukan merupakan prosesi pemakaman Ali Khamenei.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa video tersebut menunjukkan ribuan orang di Teheran yang menggotong jenazah Ali Khamenei merupakan informasi yang tidak benar.
Klaim: Video ribuan orang di Teheran menggotong Jenazah Ali Khamenei
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































