Jakarta (ANTARA) - Harga daging sapi di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat masih bertahan tinggi di kisaran Rp160 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang daging sapi, Ari mengatakan, kenaikan harga mulai terasa mulai terasa sejak Ramadan dan belum kembali ke harga semula setelah Idul Fitri.
“Biasanya harga normalnya tuh dari Rp140 ribu, paling sampai Rp160 ribu. Nah, kisaran segitu,” ujar Ari kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Menurut Ari, kenaikan harga tersebut sangat berdampak terhadap penjualan para pedagang. Ia menilai, pembelian dalam jumlah besar mulai berkurang karena daya beli masyarakat sedang melemah.
“Kalau penjualan pasti turun banget. Turun banget, iya. Apalagi bahan-bahan lain juga ikutan naik,” katanya.
Ari mengatakan, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok membuat masyarakat harus lebih selektif dalam berbelanja. Menurut dia, konsumen memilih mengurangi jumlah pembelian daging atau membeli bagian daging dengan harga yang lebih terjangkau.
“Memang lagi lemah banget,” ujar Ari saat ditanya mengenai kondisi daya beli masyarakat.
Ari juga berharap pasokan sapi dapat kembali normal, sehingga harga daging berangsur turun. “Dengan harga yang lebih terjangkau, daya beli masyarakat bisa meningkat dan penjualan pedagang dapat kembali normal,” imbuhnya.
Baca juga: Pasar Jaya pantau harga 37 komoditas pangan setiap hari di Jakarta
Baca juga: Pasar Jaya perkuat pemantauan pasar jaga stabilitas harga pangan
Baca juga: BPS: Harga daging sapi di atas HAP pada awal Agustus 2026
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































