Padang (ANTARA) - Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersebut erupsi selama 25 detik pada Kamis siang.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 11.27 WIB dengan durasi sekitar 25 detik dan amplitudo maksimum 25,9 milimeter," kata petugas PGA Gunung Marapi Teguh Firmansyah di Padang, Kamis.
Berdasarkan laporan PGA tinggi kolom abu akibat erupsi gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak teramati karena tertutup awan. Di saat bersamaan PGA juga mengingatkan masyarakat untuk terus mewaspadai kemungkinan-kemungkinan terburuk termasuk ancaman banjir lahar dingin.
Saat ini Gunung Marapi berada pada status Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi di antaranya masyarakat, pendaki, atau pengunjung, diminta tidak memasuki atau berkegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Rekomendasi selanjutnya ialah mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran atau bantaran sungai-sungai yang airnya berhulu di puncak Gunung Marapi untuk selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya banjir lahar hujan yang dapat terjadi, terutama saat musim hujan.
Kemudian, jika terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Baca juga: Gunung Marapi meletus Rabu pagi, lontarkan abu setinggi 1.600 meter
Baca juga: Gunung Marapi meletus Selasa pagi, erupsi perdana pada awal 2026
Baca juga: Badan Geologi laporkan peningkatan kegempaan Gunung Marapi akhir 2025
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































