Gunung bersalju dongkrak wisatawan Asia Tenggara ke China Barat Daya

23 hours ago 4

Kunming (ANTARA) - Pada hari pertama 2026, lebih dari 3.000 wisatawan asal Vietnam memasuki Provinsi Yunnan di China barat daya melalui Pelabuhan Darat Hekou, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta cepat menuju Gunung Salju Jiaozi yang terletak di pinggiran Kota Kunming.

Nong Thuy Duong, seorang pemandu wisata rombongan wisatawan Vietnam, dengan nada gembira mengungkapkan, "Hampir mustahil bagi kami melihat salju di Vietnam, jadi kami memanfaatkan liburan Tahun Baru untuk berkunjung ke China, karena melihat salju di gunung sudah menjadi keinginan lama bagi kami."

Dia menambahkan bahwa gunung salju di China barat daya telah menjadi magnet baru bagi wisatawan Vietnam dalam beberapa tahun terakhir, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari negara mereka.

Berbeda dengan beberapa destinasi salju dan es terkenal di China utara, salju di China barat daya biasanya hanya dapat ditemukan di pegunungan dan dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 3.500 meter di atas permukaan laut. Kendati demikian, pemandangan salju di daerah seperti ini menyajikan pengalaman wisata yang lebih unik dan tak terlupakan.

Kawasan wisata Pudacuo di Prefektur Otonom Etnis Tibet Diqing, Yunnan, pada musim dingin ini menghadirkan berbagai area rekreasi bertema salju di destinasi utamanya, yang meliputi arena seluncur salju, permainan perang salju, serta beragam sarana permainan anak-anak.

Seorang ayah bermain dengan anaknya saat musim salju. ANTARA/Xinhua.

Wang Lijun, wakil manajer Diqing Prefecture Tourism Group Co., Ltd. cabang Pudacuo, memaparkan bahwa selama memantau tren wisata salju di China barat daya, pihaknya mencatat tingkat pertumbuhan jumlah wisatawan tahunan sebesar 30 persen dalam beberapa tahun terakhir. A-Liu Pakmud baru-baru ini terbang dari Bangkok ke Chengdu khusus untuk mendaki Gunung Wawu di Sichuan, dengan harapan dapat mengabadikan foto-foto menakjubkan di tengah pemandangan awan berpadu dengan salju di puncak gunung yang didakinya. Sementara itu, Gunung Salju Xiling di pinggiran Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, mencatat lebih dari 6.000 prapesan (pre-order) wisatawan lintas perbatasan pada Tahun Baru 2026, dengan sekitar 70 persen di antaranya datang dari negara-negara Asia Tenggara.

Prefektur Diqing juga memperluas layanannya yang mencakup pariwisata adat, layanan fotografi, dan kunjungan ke situs warisan budaya, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman terpadu, tidak hanya bermain salju dan menikmati pemandangan alam.

Pertumbuhan wisata bertema salju merupakan bagian dari kemajuan yang lebih luas dari industri ekonomi es dan salju di China. Menurut laporan resmi yang dirilis baru-baru ini, skala industri es dan salju di negara tersebut meningkat dari 364,7 miliar yuan (1 yuan = Rp2.399) pada 2016 menjadi 980 miliar yuan pada 2024, yang mencakup industri pariwisata, olahraga, serta kebudayaan yang menonjolkan es dan salju.

Di Provinsi Sichuan, yang bertetangga dengan Yunnan, pegunungan bersalju juga menarik minat banyak wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara.

Anak-anak bermain salju di resor ski Xiling Snow Mountain, Kabupaten Dayi, Kota Chengdu, China, Sabtu (22/1/2025). ANTARA/Xinhua/Liu Kun/aa.

A-Liu Pakmud baru-baru ini terbang dari Bangkok ke Chengdu khusus untuk mendaki Gunung Wawu di Sichuan, dengan harapan dapat mengabadikan foto-foto menakjubkan di tengah pemandangan awan berpadu dengan salju di puncak gunung yang didakinya. Sementara itu, Gunung Salju Xiling di pinggiran Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, mencatat lebih dari 6.000 prapesan (pre-order) wisatawan lintas perbatasan pada Tahun Baru 2026, dengan sekitar 70 persen di antaranya datang dari negara-negara Asia Tenggara

Beberapa destinasi wisata di Yunnan dan Sichuan berencana meningkatkan promosi pariwisata mereka di Indonesia, Malaysia, Thailand, serta negara-negara lain, sambil meningkatkan layanan dan infrastrukturnya, sehingga wisatawan mancanegara dapat menikmati pengalaman tur yang lebih nyaman di "dunia es" China barat daya di masa mendatang.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |