Gubernur Banten tegaskan penanganan banjir Permata Balaraja menyeluruh

3 months ago 32

Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan penanganan banjir di Permata Balaraja Permai, Kabupaten Tangerang akan dilakukan secara menyeluruh melalui kerja sama pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta dukungan masyarakat.

“Banjir ini bukan sekali dua kali, tetapi berulang-ulang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, solusi tidak bisa setengah-setengah. Selain pemerintah, dukungan masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menjaga fungsi saluran air,” katanya dalam keterangannya di Kota Serang, Banten, Jumat.

Andra Soni sempat meninjau lokasi pascabanjir di Perumahan Permata Balaraja Permai, Kabupaten Tangerang.

Menurut dia, kerusakan fungsi saluran kerap memperparah banjir karena aliran air dibelokkan atau ditutup bangunan. “Jangan sampai ada parkiran atau bangunan yang menutup aliran air, karena sangat mempengaruhi jalurnya. Kesadaran bersama menjadi kunci,” ujarnya.

Ia menyebut koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane (C2) dan Balai C3 Kementerian PUPR akan diperkuat. Aliran air dari wilayah itu bermuara ke sungai yang berpotensi meluap akibat sedimentasi dan sampah, sehingga langkah teknis harus terintegrasi.

Baca juga: Gubernur Banten komitmen bebaskan Sungai Cibanten dari sampah

Andra menekankan hadirnya pemerintah harus memberi kepastian penyelesaian. “Saya tahu masyarakat berpikir, kalau Bupati dan Gubernur datang, maka persoalan harus ada penyelesaian. Mudah-mudahan memang begitu, dengan dukungan semua pihak,” katanya.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi Banten terhadap keluhan masyarakat yang selama bertahun-tahun terdampak banjir, khususnya saat curah hujan tinggi melanda wilayah tersebut.

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menambahkan, wilayah terdampak merupakan dataran rendah dengan saluran air kecil dan belokan tajam. “Ada dua langkah segera, yakni membangun tandon air di lahan fasos-fasum yang sudah diserahkan ke pemda dan memperbesar saluran air agar alirannya terbagi dua arah,” katanya.

Menurut Rasyid, tandon akan dipagari untuk keamanan, sementara perbaikan saluran menuju Kali Pekong hingga Cimanceri dibiayai APBD Perubahan 2025. “Untuk tandon, kami menunggu arahan lebih lanjut dari Pak Gubernur, tetapi prinsipnya anggaran rakyat harus tepat sasaran,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Banten dan DKI Jakarta jalin kerja sama penanganan banjir

Ia juga mengingatkan warga agar tidak membeton saluran depan rumah secara permanen. “Kalau ada sumbatan harus bisa langsung dibuka dan dikeruk. Di lokasi lain, warga akhirnya membongkar beton karena air tidak mengalir,” katanya.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |